Lima Negara Keluarkan Imbauan Perjalanan terkait Bom Surabaya

Riva Dessthania Suastha, CNN Indonesia | Senin, 14/05/2018 13:04 WIB
Lima Negara Keluarkan Imbauan Perjalanan terkait Bom Surabaya Ilustrasi teror bom Surabaya. (REUTERS/Beawiharta)
Jakarta, CNN Indonesia -- Amerika Serikat, Inggris, Australia, Singapura, hingga Hong Kong menerbitkan imbauan perjalanan bagi warganya yang hendak dan sedang berpelesir ke Indonesia, menyusul serangkaian teror bom Surabaya yang berlangsung sejak Minggu hingga Senin (14/5) pagi tadi.

Melalui situsnya, Kedutaan Besar AS untuk Indonesia mengeluarkan peringatan keamanan bagi warga yang tengah berada di Indonesia, terutama Surabaya.
"Langkah yang harus dilakukan bagi warga yang berada di lokasi dan sekitarnya untuk mencari tempat berlindung, memantau media lokal untuk perkembangan situasi, dan meningkatkan kewaspadaan," bunyi pengumuman kedutaan besar AS.

Sementara itu, Australia meminta warganya di Indonesia terutama di Bali, Surabaya, dan Jakarta untuk lebih meningkatkan kewaspadaan menyusul adanya risiko serangan teror susulan selama bulan Ramadhan.


"Ada risiko serangan susulan menjelang dan selama bulan Ramadhan. Warga Australia diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan selama Ramadhan," bunyi pernyataan Kemlu Australia.

Hal yang kurang lebih sama juga disampaikan oleh Kemlu Singapura. Negara tersebut juga menyatakan kedutaannya di Jakarta terus berkoordinasi memantau keadaan warganya yang ada di Indonesia, terutama Surabaya.
"Sejauh ini tidak ada warga Singapura yang terdampak insiden teror tersebut. Tidak ada warga Singapura yang menjadi korban dalam serangan kemarin," bunyi pernyataan Kemlu Singapura.

"Warga Singapura diimbau terus berkomunikasi dengan keluarga di rumah demi mengetahui bahwa semuanya dalam keadaan aman."

Hong Kong pun mengimbau warganya yang hendak dan tengah berada di Indonesia untuk menghindari pusat keramaian untuk sementara waktu.

"Warga Hong Kong yang ingin pergi atau sudah berada di Indonesia harus seksama memantau situasi dan berhati-hati. Keselamatan pribadi menjadi yang utama. Hindari tempat ramai dan perkumpulan massa dalam jumlah besar," bunyi pernyataan otoritas Hong Kong.

(aal)