Erdogan Usir Konsul Israel, Sebut Netanyahu Teroris

Riva Dessthania Suastha, CNN Indonesia | Kamis, 17/05/2018 18:35 WIB
Erdogan Usir Konsul Israel, Sebut Netanyahu Teroris Setelah mendepak Duta Besar Israel, Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengusir Konsul Jenderal negara itu di Istanbul, Kamis (17/5). (REUTERS/Murad Sezer)
Jakarta, CNN Indonesia -- Setelah mendepak Duta Besar Israel, Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengusir konsul jenderal negara itu di Istanbul, Kamis (17/5).

Seorang pejabat Kementerian Luar Negeri Turki mengatakan pengusiran itu dilakukan "untuk sementara waktu."

Langkah tersebut dilakukan Ankara sebagai bentuk protes keras terhadap kekerasan militer Israel terhadap warga Palestina yang berdemo di Jalur Gaza awal pekan ini. Sebanyak 62 warga Palestina disebut tewas dalam unjuk rasa menolak pembukaan kedutaan Amerika Serikat untuk Israel di Yerusalem itu.


Turki menjadi salah satu negara paling vokal mengecam Israel terkait kekerasan pasukan keamanannya terhadap pendemo di Gaza.


Erdogan menyebut negara pemerintahan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu sebagai teroris dan menganggap tindakan militer Israel di Gaza sebagai genosida.

Dikutip Reuters, dia menganggap bentrokan di Gaza awal pekan ini sebagai pertumpahan darah paling mematikan dalam sejarah konflik Palestina dan Israel sejak 2014 lalu.

Erdogan bahkan mendesak negara Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) menggelar pertemuan darurat pada Jumat pekan ini demi merespons kekerasan di Gaza tersebut.


Orang nomor satu di Turki itu juga telah lebih dulu mengusir duta besar Israel untuk negaranya. Tak hanya itu, Erdogan juga menarik duta besarnya di Amerika Serikat dan Israel sebagai protes keras terhadap peresmian gedung kedutaan AS di Yerusalem pada Senin (14/5) dan kekerasan di Gaza.

Tidak tinggal diam, Israel juga mengusir konsul jenderal Turki di Yerusalem. Kemlu Israel mengatakan konjen Turki itu telah dipanggil dan diperintahkan kembali ke negaranya "demi berkonsultasi untuk sementara waktu".

Tel Aviv juga melayangkan protes terhadap Turki atas perlakukan tak mengenakan yang diterima duta besarnya di bandara saat hendak pulang ke negaranya.

(nat)