Korut Ledakkan Situs Nuklir Disaksikan Wartawan Internasional

Riva Dessthania Suastha, CNN Indonesia | Kamis, 24/05/2018 18:41 WIB
Korut Ledakkan Situs Nuklir Disaksikan Wartawan Internasional Korea Utara akan membongkar dan menghancurkan situs nuklir Punggye-ri di Provinsi Hamgyong Utara disaksikan wartawan media internasional, Kamis (24/5). (KCNA/via REUTERS)
Jakarta, CNN Indonesia -- Korea Utara meledakkan tiga terowongan nuklir, gedung observasi, pengecoran logam di situs nuklir Punggye-ri di Provinsi Hamgyong Utara disaksikan oleh puluhan wartawan media internasional, Kamis (24/5).

Dilaporkan CNN, ledakan tampak di terowongan nuklir 2, 3 dan 4 dari dek observasi yang berjarak sekitar 500 meter. "Kami menghabiskan waktu sekitar 10 jam di lokasi uji coba nuklir," kata Will Ripley dari CNN lewat telepon dalam perjalanan 12 jam kembali dari tempat uji coba ke kota pesisir Wonsan.

Kantor berita Yonhap melaporkan Korut akan membongkar terowongan bawah tanah dan sejumlah fasilitas lain di situs tersebut menggunakan bahan peledak.


Sekelompok wartawan yang berasal dari Korea Selatan, Amerika Serikat, China, Rusia, dan Inggris dilaprokan telah tiba di Wonsan, kota pelabuhan sebelah barat Pyongyang sejak Selasa lalu.

Para media telah meninggalkan Wonsan menuju Hamgyong menggunakan kereta api pada Rabu malam. Kereta dilaporkan pergi sekitar pukul 19.00 waktu setempat dengan lama perjalanan mencapai 11-12 jam.

Sesampainya di Hamgyong, para wartawan masih harus menempuh perjalanan darat menggunakan bus selama empat jam dan mendaki gunung sekitar 1 jam untuk sampai ke Punggye-ri.

Meski begitu Pyongyang belum mengonfirmasi secara pasti waktu penghancuran itu, namun memperkirakan akan dilakukan antara 23-25 Mei mendatang, bergantung situasi dan cuaca di sana.

Yonhap memperkirakan penutupan situs kemungkinan dilakukan dalam waktu dekat melihat puluhan wartawan asing yang diundang telah tiba di lokasi.

Dikutip The Strait Times, Korut juga diperkirakan tak akan membiarkan para wartawan itu mengunjungi Punggye-ri, satu-satunya situs nuklir yang diketahui publik, dalam waktu yang lama. Setidaknya Korut pernah melakukan enam kali uji coba nuklir di situs tersebut.

Selain itu, cuaca juga diperkirakan kondusif siang hari ini meski hujan diprediksi mengguyur wilayah itu pada malam harinya.

Hingga kini belum jelas apakah pemimpin tertinggi Korut, Kim Jong-un, akan turut hadir dalam proses penutupan situs nuklir itu yang selama ini menjadi kekuatan negaranya.

Penutupan situs nuklir tetap dilakukan meski relasi Korut dan AS kembali menegang dalam beberapa waktu terakhir. Ketegangan berawal saat Pyongyang memprotes latihan militer gabungan yang masih dilakukan AS dan Korsel di Semenanjung Korea. Rencana pertemuan bersejarah antara Presiden Donald Trump dan Kim Jong-un pada 12 Juni lalu juga terancam batal dan hingga kini belum ada kepastian.

(nat)