Kondisi Putra Mahkota Saudi Dipertanyakan Usai Penembakan

Rinaldy Sofwan, CNN Indonesia | Kamis, 31/05/2018 16:18 WIB
Arab Saudi merilis video yang diklaim menunjukkan Pangeran Mohammed bin Salman sedang berkegiatan, di tengah spekulasi menyusul insiden penembakan dekat istana. Keberadaan Pangeran Mohammed bin Salman dipertanyakan usai insiden penembakan 21 April lalu. (REUTERS/Simon Dawson)
Jakarta, CNN Indonesia -- Arab Saudi merilis video yang diklaim menunjukkan Pangeran Mohammed bin Salman tengah menghadiri rapat. Rekaman ditunjukkan di tengah spekulasi soal keberadaan Putra Mahkota menyusul insiden penembakan di dekat istana.

Insiden tersebut dilaporkan terjadi pada 21 April lalu. Saat itu, media pemerintah setempat melaporkan pihak keamanan mesti menangani sebuah pesawat nirawak atau drone rekreasional yang terbang ke wilayah istana.

Tidak disebutkan bagaimana kejadian itu ditangani. Sementara, video di media sosial menunjukkan petugas berupaya menembak jatuh drone tersebut.


Tak ada korban akibat kejadian tersebut dan Raja Salman dilaporkan tengah berada di luar lingkungan istana. Namun, insiden ini memicu spekulasi kemungkinan upaya kudeta dan pertanyaan soal keberadaan raja dan putra mahkotanya.
Dilaporkan CNN pada Kamis (31/5), kerajaan merilis video yang diklaim menunjukkan Mohammed memimpin rapat Dewan Perekonomian dan Pertumbuhan di Jeddah pada 29 Mei, atau satu bulan setelah insiden.

CNN tak bisa memverifikasi kapan video itu direkam.

Sejak insiden 21 April, kerajaan terus merilis foto-foto yang menunjukkan Mohammed menjalani tugas kenegaraan. Gambar-gambar itu tidak disertai keterangan waktu.

Calon penerus kekuasaan Raja Salman itu menjadi ujung tombak rencana ambisius untuk mereformasi dan mentransormasi perekonomian Saudi dengan tenggat waktu 2030 nanti.

Isu kudeta juga terangkat ketika salah satu Pangeran Saudi yang terasing, Khaled bin Farhan Al Saud, menyerukan kudeta untuk melengserkan Raja Salman.
Dalam wawancara eksklusif dengan situs The Middle East Eye belum lama ini, Khaled mengatakan telah meminta anggota keluarga seperti Pangeran Ahmed bin Abdulaziz dan Pangeran Muqrin bin Abdulaziz untuk menggantikan Raja Salman.

Dia menganggap sang Raja telah mengacaukan monarki dengan kepemimpinan yang "irasional, aneh, dan bodoh."

Lelaki yang tinggal di Jerman sejak 2013 lalu itu menganggap situasi dalam negeri kini menyerupai gunung merapi yang bisa meletus kapan saja. Dia juga memperingatkan bahwa kekacauan di Saudi bisa mempengaruhi situasi global terutama Eropa dan Amerika Serikat.

(aal/aal)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK