Insiden tersebut dilaporkan terjadi pada 21 April lalu. Saat itu, media pemerintah setempat melaporkan pihak keamanan mesti menangani sebuah pesawat nirawak atau drone rekreasional yang terbang ke wilayah istana.
Tidak disebutkan bagaimana kejadian itu ditangani. Sementara, video di media sosial menunjukkan petugas berupaya menembak jatuh drone tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
CNN tak bisa memverifikasi kapan video itu direkam.
Sejak insiden 21 April, kerajaan terus merilis foto-foto yang menunjukkan Mohammed menjalani tugas kenegaraan. Gambar-gambar itu tidak disertai keterangan waktu.
Calon penerus kekuasaan Raja Salman itu menjadi ujung tombak rencana ambisius untuk mereformasi dan mentransormasi perekonomian Saudi dengan tenggat waktu 2030 nanti.
Isu kudeta juga terangkat ketika salah satu Pangeran Saudi yang terasing, Khaled bin Farhan Al Saud, menyerukan kudeta untuk melengserkan Raja Salman.
Dia menganggap sang Raja telah mengacaukan monarki dengan kepemimpinan yang "irasional, aneh, dan bodoh."
Lelaki yang tinggal di Jerman sejak 2013 lalu itu menganggap situasi dalam negeri kini menyerupai gunung merapi yang bisa meletus kapan saja. Dia juga memperingatkan bahwa kekacauan di Saudi bisa mempengaruhi situasi global terutama Eropa dan Amerika Serikat.
(aal)