Pengacara: Kim Jong-un Mengemis untuk Bertemu Trump

Riva Dessthania Suastha, CNN Indonesia | Kamis, 07/06/2018 12:54 WIB
Pengacara Presiden AS Donald Trump, Rudy Giuliani, mengklaim Kim Jong-un memohon untuk bertemu dengan orang nomor satu AS saat rencana pertemuannya dibatalkan. Pengacara Donald Trump menyebut Kim Jong-un mengemis untuk bertemu dengan Presiden AS. (REUTERS/Jonathan Ernst)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pengacara Presiden Amerika Serikat Donald Trump, Rudy Giuliani, mengklaim Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un memohon untuk bertemu dengan orang nomor satu AS ketika rencana pertemuannya di Singapura sempat dibatalkan.

Trump direncanakan bertemu dengan Kim untuk pertama kalinya di Singapura Selasa (12/6) ini. Rencana itu sempat akan dibatalkan oleh pihak Amerika setelah kembali terjadi ketegangan antara kedua negara.
"Pertama, mereka mengatakan akan berperang nuklir dengan kami, mereka bilang akan mengalahkan kami dalam perang tersebut. Lalu, kami mengatakan tidak mau mengadakan pertemuan dalam situasi seperti itu," kata Giuliani di Tel Aviv, Israel, sebagaimana dilansir AFP dari The Wall Street Journal, Kamis (7/6).

"Setelah itu, Kim Jong-un kembali dan bersuju demi itu [pertemuan dengan Trump], tepatnya di posisi seperti yang Anda inginkan."


Giuliani mengatakan pertemuan puncak nanti menempatkan AS "di atas angin."

Salah satu fokus AS dalam pertemuan nanti adalah memastikan Korut mau melucuti senjata nuklir secara utuh dan dapat diverifikasi. Namun, hingga kini Kim belum menunjukkan kemauan mengikuti keinginan tersebut.
Meski di awal terkesan ngotot, pekan lalu Trump menegaskan pertemuannya dengan Kim nanti hanya akan menjadi awal dialog AS-Korut.

Dia juga memperkirakan AS tidak akan bisa mencapai semua tujuan dalam pertemuan perdananya nanti dengan Kim.

"Saya rasa ini merupakan pertemuan perkenalan dengan beberapa tambahan, dan itu bisa jadi hal yang sangat positif," ujar Trump.

Sejumlah pejabat AS bahkan tengah mempersiapkan rencana pertemuan hari kedua antara Trump-Kim jika kedua pemimpin bersedia melanjutkan diskusi di Singapura.

(aal)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK