JK Makan Malam bersama Shinzo Abe dan Mahathir di Jepang
Priska Sari Pratiwi | CNN Indonesia
Senin, 11 Jun 2018 21:25 WIB
Jakarta, CNN Indonesia -- Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) bertemu dengan Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe dan Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad dalam jamuan makan malam di Hotel Imperial Tokyo, Jepang, Senin (11/6).
Makan malam ini merupakan rangkaian acara konferensi internasional 'The Future of Asia' ke-24 yang digelar di Jepang pada 11-12 Juni 2018.
Dalam pertemuan itu, Abe menyampaikan sejumlah hal penting yang harus dilakukan untuk mencapai masa depan baik Asia, di antaranya menginvestasikan sumber daya manusia, meningkatkan pendidikan, dan mendorong perubahan di masyarakat.
"Dan yang harus dicapai mengatur masyarakat agar aktif bergerak," katanya.
Selain JK dan Mahathir, acara itu juga dihadiri Wakil PM Korea Selatan Kim Dong Yeon, Wakil PM Vietnam Truong Hoa Binh, Wakil PM Singapura Teo Chee Hean, dan sejumlah pimpinan negara lainnya.
JK dijadwalkan akan memberikan keynote speech tentang masa depan Asia dalam acara konferensi, besok, Selasa (12/6).
Acara ini merupakan forum tahunan yang diselenggarakan Nikkei dengan mengundang sejumlah pimpinan di kawasan Asia.
Mahathir sendiri sudah menyampaikan pidatonya pada hari ini, Senin (11/6). Secara garis besar, Mahathir menyinggung mengenai masalah proteksi sejumlah negara besar terhadap pasar bebas.
Menurutnya, kebijakan proteksionis itu menyulitkan Malaysia dan negara berkembang lainnya di Asia Tenggara untuk menembus pasar global. Ia pun mendorong agar pasar bebas kembali digaungkan. (has)
Makan malam ini merupakan rangkaian acara konferensi internasional 'The Future of Asia' ke-24 yang digelar di Jepang pada 11-12 Juni 2018.
"Dan yang harus dicapai mengatur masyarakat agar aktif bergerak," katanya.
JK bertemu dengan Shinzo Abe di sela konferensi The Future of Asia di Jepang, Senin (11/6). (Dok. Biro Setwapres) |
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mahathir sendiri sudah menyampaikan pidatonya pada hari ini, Senin (11/6). Secara garis besar, Mahathir menyinggung mengenai masalah proteksi sejumlah negara besar terhadap pasar bebas.
Menurutnya, kebijakan proteksionis itu menyulitkan Malaysia dan negara berkembang lainnya di Asia Tenggara untuk menembus pasar global. Ia pun mendorong agar pasar bebas kembali digaungkan. (has)
JK bertemu dengan Shinzo Abe di sela konferensi The Future of Asia di Jepang, Senin (11/6). (Dok. Biro Setwapres)