Calon Dubes AS untuk Korsel Dukung Hentikan Latihan Militer

Elise Dwi Ratnasari, CNN Indonesia | Jumat, 15/06/2018 16:27 WIB
Calon Dubes AS untuk Korsel Dukung Hentikan Latihan Militer Mantan tentara di Komando Militer Pasifik sekaligus calon dubes AS untuk Korsel, Harry Harris mendukung penangguhan latihan militer bersama Korsel. (Ilustrasi/AFP/Getty Images/Jerry Markland).
Jakarta, CNN Indonesia -- Calon duta besar Amerika Serikat untuk Korea Selatan, Harry Harris mendukung keputusan Presiden Donald Trump terkait penghentian latihan militer bersama Korsel. Hal ini ia sampaikan di hadapan senat.

"Gambaran secara keseluruhan telah berubah, dan saya percaya bahwa kita seharusnya memberikan latihan, latihan besar, sebuah penghentian apakah (pimpinan Korea Utara) Kim Jong Un benar-benar serius akan hal ini," ujarnya dikutip dari Reuters, Jumat (15/6).

Harris merupakan calon dubes pilihan Trump. Ia rela melepas jabatannya di Komando Militer Pasifik dengan pangkat Laksamana. Dia menyadari penangguhan hanya pada latihan militer besar, sedangkan latihan militer reguler AS di Korsel akan berlanjut. Namun keputusan tetap berada di tangan Departemen Pertahanan.


"Saya yakin bahwa komitmen aliansi kita tetap kuatdan tidak berubah," katanya pada Senat Komite Hubungan Luar Negeri.

Sebelumnya, pada pertemuan Donal Trump dan Kim Jong Un di Singapura, Trump setuju untuk menghentikan latihan militer antara AS dan Korsel.

Pada Rabu, militer AS mencari cara untuk memastikan angkatan bersenjata di Korsel masih tetap mendapat latihan penuh dan siap. Pihak AS mengatakan belum jelas tipe latihan seperti apa yang ingin dihentikan Trump. Namun latihan bersama kedua negara yang besar muncul di luar batas panduan baru.

Meski ada kesepakatan Trump dan Kim, Harris tetap khawatir soal ancaman nuklir. Ia juga berkata dirinya sangsi soal sikap Korut jika pembicaraan soal nuklir tetap berlanjut.

Hal ini pun memicu komentar Sekretaris Negara Mike Pompeo. Saat berada di Seoul, Korsel, keraguan tetap ada meski Korut benar-benar melakukan denuklirisasi. Ini tentu berlawanan dengan apa yang mereka sepakati dalam pertemuan.

Sementara itu, sebagian anggota Partai Demokrat di senat secara khusus menunjukkan perhatian akan kekurangan dari keputusan Trump terkait latihan militer.

Terkait masuknya Harris dalam ranah di luar militer berawal dari dua anggota senator dari Partai Demokrat, Maisie Hirono dan Bill Nelson. Mereka menginginkan Harris bisa menjadi dubes.

Posisi dubes untuk Korsel sempat kosong sejak Trump naik menjadi Presiden pada Januari 2017. Posisi dubes jadi penting seiring kesepakatan AS dan Korut. (osc/kid)