Korut-Korsel Bahas Tim Gabungan di Asian Games

CNN Indonesia, CNN Indonesia | Senin, 18/06/2018 17:01 WIB
Korut-Korsel Bahas Tim Gabungan di Asian Games Foto: REUTERS/Andy Clark
Jakarta, CNN Indonesia -- Korea Selatan dan Korea Utara membahas pembentukan tim gabungan untuk Asian Games yang akan berlangsung di Indonesia 18 Agustus-2 September mendatang. Tim gabungan kedua Korea itu dibentuk untuk memperluas diplomasi yang berkembang di Semenanjung Korea, pasca gelaran Olimpiade Musim Dingin, Senin (18/6).

Pada pertemuan bersejarah April lalu, pemimpin Korea Utara Kim Jong Un dan Presiden Korea Selatan Moon Jae-in sepakat berpartisipasi dalam "acara olah raga internasional seperti Asian Games 2018".

"Pertemuan Senin membahas pawai gabungan dan tim gabungan untuk Asian Games," kata Jeon Choong-ryul, kepala delegasi Korea Selatan seperti dilansir kantor berita AFP.



Pertandingan akan diadakan di Jakarta dan Palembang mulai 18 Agustus hingga 2 September. Pejabat juga akan membahas rincian pertandingan basket inter-Korea, yang diusulkan oleh pemimpin Korut Kim Jong-un pada saat koferensi dengan Presiden Korsel Moon Jae-in.

"Seperti yang disaksikan di Olimpiade Musim Dingin Pyeongchang, semua orang tahu bahwa olahraga memicu rekonsiliasi antara Selatan dan Utara," kata Jeon sebelum berangkat untuk pertemuan itu.

Kedua Korea membentuk Tim Olimpiade gabungan pertama mereka, tim hoki es perempuan gabungan untuk Olimpiade Musim Dingin 2018. Gagasan untuk tim gabungan di Olimpiade Pyeongchang awalnya memicu reaksi di Korea Selatan.  Kritik menyebut Seoul mencabut kesempatan untuk bersaing di panggung Olimpiade.

Namun pada akhirnya, pemandangan para pemain Korea Utara dan Korea Selatan yang mengenakan seragam yang sama menarik respon emosional dari penonton dan dengan cepat menjadi tim favorit di Olimpiade, meskipun kalah semua pertandingan mereka.


Pemulihan perdamaian di Semenanjung Korea dipicu awal tahun ini ketika Kim Jong-un memutuskan untuk mengirim atlet, pemandu sorak dan saudara perempuannya sebagai utusan ke Olimpiade Musim Dingin Pyeongchang Games.

Upaya diplomatik telah meningkat sejak itu, sehingga berujung pada pertemuan puncak penting antara Kim Jong-un dan Presiden Amerika Serikat Donald Trump di Singapura pekan lalu.


(rgt/nat)