Jepang Incar Pertemuan PM Abe dan Kim Jong-un di Pyongyang

Elise Dwi Ratnasari, CNN Indonesia | Kamis, 14/06/2018 13:29 WIB
Jepang Incar Pertemuan PM Abe dan Kim Jong-un di Pyongyang Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe. (Reuters)
Jakarta, CNN Indonesia -- Seusai pertemuan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump dan pemimpin Korea Utara (Korut), Kim Jong-un di Singapura, Jepang dikabarkan juga menginginkan hal yang sama terjadi pada Perdana Menteri Shinzo Abe.

Surat kabar Jepang Yomiuri memberitakan Jepang kini berupaya untuk mempertemukan PM Abe dengan Kim Jong-un. Keduanya memiliki kesempatan untuk bertemu saat kunjungan Abe ke Pyongyang pada sekitar Agustus.

Yomiuri juga menyebut staf dari Jepang maupun Korut sudah beberapa kali melakukan kontak sejak beberapa bulan lalu untuk membicarakan kemungkinan pertemuan PM Abe dan Kim Jong-un.




Dilansir dari Reuters, Trump setuju untuk menghentikan latihan militer bersama antara Amerika Serikat dan Korea Selatan dalam pertemuan dengan Kim Jong-un di Singapura, Selasa (12/6). Padahal menurut Menteri Pertahanan Jepang, latihan perang bersama AS dan Korea Selatan tersebut penting untuk keamanan Asia Timur.

Tahun lalu, Korut menembakkan sedikitnya dua rudal ke Jepang tahun lalu. Uji coba rudal tersebut merupakan upaya mengembangkan senjata yang mampu mencapai daratan Amerika Serikat dengan hulu ledak nuklir.

Seorng juru bicara menuturkan bahwa Jepang ingin berkontribusi pada denuklirisasi Korut, namun setelah Badan Energi Atom Internasional mulai inspeksi lagi.


Jika kemungkinan kunjungan PM Abe ke Pyongyang terbukti sulit, Jepang mengincar skenario lain. Yakni di sela-sela gelaran Eastern Economic Forum yang akan digelar di Vladivostok, Rusia pada September 2018. Ini pun dengan catatan jika Kim Jong-un hadir.

Sebuah sumber yang akrab dengan isu ini mengatakan pada Reuters bahwa Jepang berencana untuk membahas rencana pertemuan dengan pihak Korut dalam sebuah konferensi internasional tentang keamanan Asia Timur Laut di Ulan Bator, Mongolia.

Sumber tersebut menambahkan, rencana tersebut masih belum jelas, apakah Abe akan menghadiri konferensi di Vladivostok Rusia di tengah pemilihan Ketua partainya, Partai Demokrat Liberal. (nat)