Mahathir ke Putri Najib: Untuk Apa Kami Dendam?

Hanna Azarya Samosir, CNN Indonesia | Jumat, 06/07/2018 18:19 WIB
PM Mahathir Mohamad menampik pernyataan putri Najib Razak yang mengatakan bahwa pemerintah Malaysia dendam dengan keluarga sang mantan PM. PM Mahathir Mohamad menampik pernyataan putri Najib Razak yang mengatakan bahwa pemerintah Malaysia dendam dengan keluarga sang mantan PM. (/Stringer)
Jakarta, CNN Indonesia -- Perdana Menteri Mahathir Mohamad menampik pernyataan putri Najib Razak, Nooryana Najwa, yang mengatakan bahwa pemerintah Malaysia dendam dengan keluarga sang mantan PM sehingga membekukan rekeningnya.

"Apa alasan kami sehingga harus dendam? Kami tak pernah protes sebelumnya. Semua teman saya tak diizinkan jadi teman saya. Beberapa dari mereka juga rekening banknya dibekukan. Kami tak pernah mengeluh," ujar Mahathir sebagaimana dikutip MalayMail, Jumat (6/7).

Mahathir mengatakan bahwa pernyataan Nooryana itu hanya tuduhan tak berdasar. Ia kemudian meminta Nooryana menempuh jalur hukum jika masih ingin mempertahankan tudingannya.
Sebelumnya, Nooryana menuding pemerintah menyimpan dendam terhadap keluarganya sehingga harus membekukan rekeningnya dan sejumlah kerabatnya.


Nooryana mengaku rekening bank pribadinya dibekukan setelah ia membayar uang jaminan untuk membebaskan Najib dari tahanan.

Malaysiakini melaporkan bahwa rekening pribadi putra Najib, Norashman, juga dibekukan. Kedua akun tersebut digunakan untuk membayar uang jaminan Najib yang ditetapkan sebesar 1 juta ringgit.
"Apakah pemerintah begitu dendam hingga ingin menyingkirkan seluruh keluarga kami?" kata Nooryana dalam satu unggahan di grup Facebook "Malaysians for Civil Liberty" sebagaimana dikutip Channel NewsAsia.

Tak hanya itu, The Star juga memberitakan bahwa rekening putra Nooryana yang masih berusia 10 bulan juga dibekukan. Rekening itu menyimpan uang Lebaran pertamanya yang berjumlah 100 ringgit atau setara Rp356 ribu.

"Apa hubungan tabungan bayi saya dengan 1MDB? Apakah ini yang diinginkan oleh rakyat Malaysia baru?" tutur Nooryana. (has/has)