Rekening Bank Dibekukan, Putri Najib Sebut Pemerintah Dendam

Hanna Azarya Samosir, CNN Indonesia | Jumat, 06/07/2018 13:04 WIB
Putri Najib Razak mengaku rekening banknya dibekukan usai ia membayar uang jaminan untuk sang mantan PM Malaysia, langkah yang disebut bentuk dendam pemerintah. Putri Najib Razak, Nooryana Najwa, mengaku rekening banknya dibekukan usai ia membayar uang jaminan untuk sang mantan PM Malaysia, langkah yang disebut bentuk dendam pemerintah. (Reuters/Lai Seng Sin)
Jakarta, CNN Indonesia -- Putri Najib Razak, Nooryana Najwa, mengaku rekening bank pribadinya dibekukan setelah ia membayar uang jaminan untuk sang mantan Perdana Menteri Malaysia, langkah yang disebut sebagai bentuk dendam pemerintah.

"Tak lama setelah saya membayar jaminan untuk ayah saya kemarin dengan dana yang dikumpulkan dari teman dan kerabat, bank saya menyatakan diberi instruksi untuk membekukan akun pribadi yang saya pakai untuk biaya sekolah saya," kata Nooryana.
Malaysiakini melaporkan bahwa rekening pribadi putra Najib, Norashman, juga dibekukan. Kedua akun tersebut digunakan untuk membayar uang jaminan Najib yang ditetapkan sebesar 1 juta ringgit.

"Apakah pemerintah begitu dendam hingga ingin menyingkirkan seluruh keluarga kami?" kata Nooryana dalam satu unggahan di grup Facebook "Malaysians for Civil Liberty" sebagaimana dikutip Channel NewsAsia.
Tak hanya itu, The Star juga memberitakan bahwa rekening putra Nooryana yang masih berusia 10 bulan juga dibekukan. Rekening itu menyimpan uang Lebaran pertamanya yang berjumlah 100 ringgit atau setara Rp356 ribu.


"Apa hubungan tabungan bayi saya dengan 1MDB? Apakah ini yang diinginkan oleh rakyat Malaysia baru?" tutur Nooryana.

Najib sendiri baru saja disidang dengan empat dakwaan dalam penyelidikan besar-besaran untuk mengungkap aliran dana miliaran dolar yang hilang dari lembaga investasi negara 1Malaysia Development Berhad (1MDB).
Jika terbukti bersalah, Najib terancam hukuman maksimum 20 tahun penjara, serta denda minimal setara dengan nilai suap. Namun, Najib mengaku tak bersalah atas semua tuntutan tersebut.

Menutup pernyataannya dalam sidang, Najib berkata, "Saya yakin saya tidak bersalah. Ini adalah kesempatan terbaik bagi saya untuk membersihkan nama saya setelah sejumlah tuduhan diarahkan pada saya." (has/has)