Anggota Pasukan Perdamaian Indonesia Meninggal di Darfur

Riva Dessthania Suastha, CNN Indonesia | Jumat, 13/07/2018 13:00 WIB
Anggota Pasukan Perdamaian Indonesia Meninggal di Darfur Ilustrasi Menlu RI Retno Marsudi bersama Pasukan Perdamaian Indonesia. (Ist/Kemlu RI)
Jakarta, CNN Indonesia -- Menteri Luar Negeri Retno Lestari Priansari Marsudi menyampaikan bela sungkawa atas meninggalnya seorang anggota Pasukan Penjaga Perdamaian (Peacekeepers) Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) asal Indonesia di Darfur, Sudan awal bulan ini.

Praka Nasri bin Bahri, meninggal dalam kecelakaan di El Geneina, Darfur, Sudan, Rabu (4/7).

Nasri merupakan satu dari personel Indonesia yang tergabung dalam Misi Perserikatan Bangsa-Bangsa Uni Afrika di Darfur (UNAMID). Berita duka pertama kali diutarakan Menlu RI Retno Marsudi melalui akun Twitternya.


"Duka cita saya yang mendalam atas meninggalnya Praka Nasri bin Bahri yang gugur dlm kecelakaan saat menjalankan tugas sebagai Pasukan Penjaga Perdamaian (Peacekeepers) PBB asal Indonesia di UNAMID (Darfur)," tulis Menlu Retno lewat akun Twitter resminya, Jumat (13/7).


"Semoga keluarga diberi kekuatan dalam menjalani masa duka ini. Jasa almarhum akan terus dikenang dan menjadi kebanggaan Indonesia."

Retno mengatakan jenazah Nasri sudah tiba di Tanah Air sejak Kamis malam. Setibanya di Indonesia, Retno memaparkan, pria asal Palembang itu akan dikembalikan kepada keluarga di kampung halaman.



Direktur Jenderal Multilateral Kementerian Luar Negeri RI, Febrian Alphyanto Ruddyard, mengatakan Nasri meninggal saat mengendarai mobil kontingen Indonesia bersama dua rekannya.

Ketiga personel asal RI itu, paparnya, telah bertugas di Darfur kurang lebih setahun lalu. Mereka, kata Febrian merupakan anggota Yonkomposit TNI Konga-04/UNAMID.


"Nasri meninggal saat bertugas dalam kecelakaan mobil. Sementara dua rekannya selamat meski mengalami cedera dan luka," kata Febrian kepada wartawan yang mengikuti perjalanan rombongan Menlu RI dari Jakarta menuju Bandung dengan menggunakan kereta, Jumat (13/7).

UNAMID merupakan salah satu dari delapan misi perdamaian yang digagas PBB. Pasukan Indonesia menjadi salah yang bergabung membantu misi tersebut.

Berdasarkan data TNI, satuan tugas Batalyon Komposit TNI Konga XXXV-C/Unamid yang tengah bertugas di Sudan ini berjumlah 800 personel, terdiri dari 54 perwira, 189 bintara, 541 tamtama, dan 16 TNI wanita. Pasukan tersebut merupakan misi Satgas TNI ketiga. Selain TNI, sejumlah anggota Polri juga ikut tergabung dalam misi perdamaian tersebut.

(nat)