Membelot, Warga Korut Klaim Ditipu Intel Korsel

Rinaldy Sofwan, CNN Indonesia | Rabu, 18/07/2018 13:52 WIB
Membelot, Warga Korut Klaim Ditipu Intel Korsel Ilustrasi. (ANTARA Foto/Muhammad Adimaja)
Jakarta, CNN Indonesia -- Seorang warga Korea Utara yang membelot pada 2016 lalu mengklaim ditipu hingga melarikan diri ke Korea Selatan dan diancam oleh intelijen Seoul.

Dia adalah Ho Kang-il, seorang manajer restoran yang membelot bersama 12 staf perempuannya. Klaim itu diungkap dalam wawancara dengan kantor berita Yonhap, sebagaimana dikutip oleh sejumlah media lain belum lama ini.
Pernyataannya memperkuat isyarat bahwa 13 warga Korut tersebut ditipu oleh Badan Intelijen Nasional (NIS) dan pembelotan mereka merupakan kemenangan propaganda untuk Korea Selatan, jelang pemilihan eks Presiden Park Geun-hye.

Laporan Telegraph menyebut Korea Utara terus mengklaim bahwa sekelompok warga itu "diculik" dari Ningbo, China, dan menuntut mereka dikembalikan ke Pyongyang.


Ho mengatakan dirinya semula berniat bekerja sama dengan NIS dan memberi informasi.

"Tapi mereka memancing saya, mengatakan bahwa jika saya datang (ke Korsel) dengan pekerja saya mereka bisa memberikan kewarganegaraan Korea Selatan dan mereka akan membuka restoran di Asia Tenggara yang bisa digunakan sebagai persembunyian NIS."
"Mereka mengatakan saya bisa mengelola restoran itu dengan para pekerja," ujarnya.

Namun, kata dia, janji itu kemudian dilanggar.

"Mereka mengancam bahwa jika saya tidak pergi ke korsel dengan para staf mereka akan memberi informasi kepada Kedutaan Besar Korea Utara bahwa saya telah bekerja sama dengan badan intelijen," ujarnya. "Saya tak punya pilihan kecuali mengikuti perintah mereka."

Ho mengatakan 12 pekerjanya meyakini akan bekerja di sebuah restoran di suatu tempat di Asia Tenggara dan baru diberi tahu bahwa mereka terbang ke Korea Selatan setelah menaiki pesawat.
Perserikatan Bangsa-Bangsa dan sekelompok pengacara yang dikutip Telegraph menuding pemerintahan Park dan penerusnya, Moon Jae-in, membatasi akses para pembelot. Mereka juga mempertanyakan apakah warga Korut itu pergi ke Seoul berdasarkan keinginannya sendiri.

(aal)