Imran Khan, PM Baru Pakistan Janji Berantas Korupsi

AFP, CNN Indonesia | Selasa, 21/08/2018 06:38 WIB
Imran Khan, PM Baru Pakistan Janji Berantas Korupsi Imran Khan, Perdana Menteri baru Pakistan menjanjikan reformasi dan pemberantasan korupsi dalam pidato perdananya, Minggu (19/8) malam. (REUTERS/Athit Perawongmetha)
Jakarta, CNN Indonesia -- Imran Khan, Perdana Menteri baru Pakistan menjanjikan reformasi dan pemberantasan korupsi dalam pidato perdananya, Minggu (19/8) malam.

Selama lebih dari satu jam, PM Khan tak hanya mengulangi janji kampanyenya untuk membangun negara Islam yang sejahtera, tetapi juga isu-isu yang tak pernah disentuh para PM Pakistan sebelumnya. Antara lain memerangi pelecehan seks terhadap anak, dan perubahan iklim.

Tanpa menyebut nama negara yang dimaksud, Khan bersumpah untuk memperbaiki hubungan dengan negara-negara tetangga dan meningkatkan keamanan di Provinsi Balochistan, yang berbatasan dengan Afghanistan.


"Kami menginginkan perdamaian, karena Pakistan tidak dapat sejahtera hingga perdamaian dipulihkan," kata Khan seperti dilansir kantor berita AFP.



Khan menyatakan portofolio Menteri Dalam Negeri dia pegang agar langkah-langkah memberantas korupsi dan pencucian uang bisa dia awasi sendiri.

Mantan pemain kriket tersebut juga mengumumkan langkah-langkah penghematan untuk memangkas pengeluaran pemerintah. Seperti menjual sebagian besar kendaraan yang dialokasikan untuk perdana menteri, mengurangi staf dan mengubah kediaman resmi menjadi sebuah universitas.

"Saya akan melawan korupsi. Entah apakah negara yang bertahan, ataukah orang-orang yang korup," kata dia.

Khan menyerukan sistem pajak progresif, bersumpah untuk membelanjakan uang tersebut bagi mereka yang membutuhkan, seperti anak-anak kekurangan gizi dan keadilan abgi korban pelecehan, serta memerangi perubahan iklim.


Saat ini hanya sedikit warga Pakistan yang membayar pajak. Khan tidak menjelaskan bagaimana dia akan memberlakukan pajak yang lebih besar, terutama bagi orang kaya.

Kepemimpinan Khan mengakhiri pemerintahan silih berganti dua partai lawas, yang diselingi kekuasaan tentara.

Meski begitu Khan dan kabinetnya menghadapi banyak tantangan, termasuk masalah ekonomi, ekstremisme, kekurangan air, dan pertumbuhan populasi yang cepat.

Yang paling mendesak adalah krisis neraca pembayaran, dimana pengamat memperkirakan Pakistan bakal minta bantuan penjaminan kepada Dana Moneter Internasional (IMF).

Khan belum memastikan apakah pemerintahnya akan meminta pinjaman, tapi menyatakan bahwa "Kita harus berdiri di atas kaki kita sendiri. Dengan mengemis, tidak ada negara menjadi bangsa yang besar."

[Gambas:Video CNN]

Menteri Keuangan pilihannya, Asad Umar mereka baru akan memutuskan apakah akan minta bantuan kepada IMF pada September mendatang.

Pemilihan 25 Juli yang membawa kemenangan partai Khan, Pakistan Tehreek-e-Insaf dikritik pemilu paling kotor di Pakistan. Kalangan pengkritik menuduh militer bermain di belakang layar untuk memenangkan Khan. Baik Khan dan militer membantah tuduhan itu.

(nat)