Chuck Schumer Usul Nama Gedung Senat Diubah Jadi John McCain

Agniya Khoiri, CNN Indonesia | Minggu, 26/08/2018 11:21 WIB
Chuck Schumer Usul Nama Gedung Senat Diubah Jadi John McCain John McCain saat berkampanye pada 2008 silam. (REUTERS/Brian Snyder).
Jakarta, CNN Indonesia -- Kepergian Senator Partai Republik Amerika Serikat John McCain turut meninggalkan duka yang mendalam bagi Pimpinan Senat Minoritas, Chuck Schumer. Ia menyampaikan ungkapan belasungkawa melalui sebuah pernyataan pada Sabtu (25/8) malam waktu AS.

"Tidak ada yang dapat mengatasi rasa kehilangan atas perginya Senator McCain, tapi generasi selanjutnya dapat terus mengenang dia," demikian pernyataan Schumer, dikutip dari CNN.com, Minggu (26/8).

Dalam pernyataan itu, Schumer pun mengusulkan agar nama gedung senat yang kini bernama Russel diubah menjadi nama John McCain, sebagai bentuk penghormatan.


Menurutnya, McCain adalah salah satu orang hebat yang pernah ia temui. McCain, dia menilai berdedikasi pada negara AS.

"Dedikasinya untuk negara dan militer mungkin tidak tertandingi, dan sebagian besar dari semua itu, dia adalah seseorang yang begitu jujur, tidak pernah takut untuk berbicara kebenaran, di era di mana hal itu menjadi sesuatu yang sangat jarang," ungkapnya.

"Senat, Amerika Serikat, dan dunia adalah tempat yang lebih kecil tanpa John McCain," imbuh Schumer.


Usulan Schumer untuk mengubah nama Gedung Kantor Senat dengan nama McCain disebut sebagai wujud dari persahabatan bipartisan keduanya dalam sepanjang sejarah berkarier di Senat.

Menanggapi hal itu, seorang pembantu pimpinan Partai Republik mengatakan kepada CNN bahwa pihaknya belum mengetahui usulan Schumer dan mengaku butuh waktu untuk melakukan riset sebelum berkomentar.

Gedung Senat kini dinamai dengan nama mantan Senator Demokrat Georgia, Richard Brevard Russel.


Selain Schumer, Pimpinan Senat Mayoritas Mitch McConnell juga mengatakan kematian McCain sebagai hari yang menyedihkan bagi Senat dan bagi bangsa AS.

Mantan Wakil Presiden Joe Biden pun ikut mengenang sosok mantan senator serta rekannya tersebut. Dia mengatakan bahwa kehidupan John McCain adalah bukti beberapa kebenaran ada yang abadi.

"John McCain akan memberi bayang-bayang panjang. Dampaknya terhadap Amerika belum berakhir. Ini akan berlangsung selama bertahun-tahun yang akan datang," jelasnya.


McCain meninggal dunia di usia 81 tahun pada Sabtu (25/8), setelah berjuang melawan kanker otak sejak pertengahan 2017.


(CNN/bir)