Kapal 'Hantu' RI yang Terdampar di Myanmar Sudah Dijual

Riva Dessthania Suastha, CNN Indonesia | Jumat, 31/08/2018 09:52 WIB
Kapal 'Hantu' RI yang Terdampar di Myanmar Sudah Dijual Ilustrasi kapal. (REUTERS/Tote Maritime/Handout via Reuters)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kementerian Luar Negeri RI menyatakan kapal kargo Sam Ratulangi PB 1600 yang disebut berasal dari Indonesia dan terdampar di Teluk Martaban, Provinsi Yangon, Myanmar, pada Rabu (29/8) sudah dijual ke perusahaan asing.

Juru bicara Kemlu RI, Arrmanatha Nasir, mengatakan kementerian sudah menerima laporan tersebut dan pihak Kedutaan Besar RI untuk Myanmar sudah mengecek kapal tersebut.

"Sudah [dapat informasi]. Kapal itu sudah dijual ke perusahaan asing. Sudah bukan kapal milik perusahaan Indonesia," ucap Arrmanatha saat dikonfirmasi CNNIndonesia.com melalui pesan instan pada Jumat (31/8). Belum jelas apa dan bagaimana nasib yang menimpa awak kapal tersebut.


Berdasarkan data Marinetraffic.com, Sam Ratulangi PB 1600 terakhir kali terlacak pada 3 Juni 2009 lalu di perairan Taiwan dekat Kota Tainan. Sejak itu, pergerakan kapal yang dibangun pada 2001 lalu itu sudah tak diperbarui lagi.


Sam Ratulangi 1600 PB ditemukan kosong tak berawak pada Rabu pagi sekitar pukul 08.00 waktu lokal oleh warga setempat dan segera dilaporkan ke pihak berwajib.

Media lokal menyebut kapal tersebut sebagai 'Kapal Hantu'. Kepolisian Myanmar ditemani perwakilan dari Imigrasi serta Departemen Administrasi dan petugas terkait kemudian memeriksa kapal tersebut.

"Menurut hasil penyelidikan [sementara] dikonfirmasi kapal itu berada di menit Lintang Utara 16° 39,249, Bujur 96° 5,439 menit. Kapal sepanjang 177 meter, lebar 27,9 meter, berat 26.510 ton. Kapal bernama Sam Ratulangi PB 1600," tulis pihak Kepolisian Yangon melalui Facebook.



"Kapal kargo ditemukan terdampar. Produk kapal berbendera Indonesia. Tim verifikasi gabungan terus menyelidiki hingga saat ini."

Berdasarkan Departemen Administrasi Kelautan Myanmar, kapal tersebut terdaftar di Palau, Pasifik, kemudian terdampar di Teluk Martaban akibat cuaca buruk sejak tiga hari lalu.

Departemen tersebut menduga bahwa kapal ditarik oleh kapal lain sampai jarak tertentu sebelum dilepas dan kandas, atau ditinggalkan setelah gagal dalam upaya menarik kapal itu.

Dalam pernyataannya, pihak otoritas di Myanmar juga menyebut akan segera menghubungi otoritas di Palau sesegera mungkin untuk mencari tahu pemilik kapal tersebut. (nat)