Kapal 'Hantu' RI di Myanmar akan ke Bangladesh Jadi Besi Tua

CNN Indonesia, CNN Indonesia | Jumat, 31/08/2018 10:52 WIB
Kapal 'Hantu' RI di Myanmar akan ke Bangladesh Jadi Besi Tua Ilustrasi kapal. (ANTARA FOTO/Aswaddy Hamid)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kapal 'hantu' berbendera Indonesia yang ditemukan di perairan Myanmar, dikabarkan sedang dalam perjalanan untuk dibesituakan di Bangladesh.

Kapal kargo Sam Ratulangi PB 1600 ditemukan terdampar di Teluk Martaban, Yangon, Myanmar, Rabu (29/8).

Menurut Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Yangon, Myanmar, kapal tersebut telah dijual oleh pemilik semula, yakni PT Djakarta Lloyd (Persero) kepada PT Mandara Putra Bajatama melalui sistem pelelangan sejak 21 Mei 2018.



Dari informasi pemenang lelang, PT Mandara Putra Bajatama juga telah menjual kapal tersebut kepada perusahaan Singapura bernama Smit Salvage Company.

"Hal tersebut diperkuat dengan adanya informasi dari Myanmar Marine Department bahwa Smit Salvage Company telah mengakui kapal tersebut adalah milik mereka," kata KBRI Yangon dalam sebuah pernyataan kepada CNNIndonesia.com, Jumat (31/8).

Menurut informasi yang diterima KBRI Yangon, Kapal Sam Ratulangi PB 1600 merupakan kapal mati tanpa awak yang diderek oleh kapal penderek Singapura menuju Bangladesh untuk dibesituakan.


"Saat ini, tidak diketahui keberadaan dari kapal penderek Singapura tersebut," kata KBRI Yangon.

Berdasarkan data Marinetraffic.com, kapal kargo Sam Ratulangi PB 1600 terakhir kali terlacak pada 3 Juni 2009 lalu di perairan Taiwan dekat Kota Tainan. Sejak itu, pergerakan kapal buatan 2001 lalu itu sudah tak diperbarui lagi.

Kapal 'hantu' Sam Ratulangi ditemukan terapung tanpa awak sekitar pukul 8.00, Rabu (29/8) oleh warga setempat dan segera dilaporkan ke pihak berwajib.

(nat)