Kepolisian menyatakan bahwa kedua anggota polisi itu melakukan salam Nazi dan berteriak memprotes kebijakan imigrasi negara di sebuah bar di kota Rosenheim pada Kamis (30/08/18), berdasarkan keterangan seorang saksi mata.
Selain petugas polisi itu, seorang satpam terlihat ikut berpartisipasi melakukan tanda hormat Nazi. Mereka dijatuhi hukuman skors dan sedang diperiksa oleh aparat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Politikus Jerman menyerukan aksi nyata untuk memerangi rasisme dan diskriminasi terhadap warga asing setelah kelompok skinhead terlibat bentrokan dengan kepolisian pada Minggu lalu, di mana seorang pria diduga ditusuk oleh dua imigran.
Setelah mengacungkan salam Nazi, para anggota kelompok skinhead lantas mengejar orang-orang yang terlihat seperti warga asing, kemudian berkelahi dengan petugas kepolisian.
Kebocoran surat perintah penangkapan ini meningkatkan kecurigaan mengenai hubungan kepolisian dengan sejumlah kelompok ekstrem kanan, termasuk PEGIDA.
"Kami tidak akan membiarkan kubu ekstrem kanan menyusup ke masyarakat," kata Menteri Kehakiman, Katrina Barley, kepada Bild am Sonntag pada Minggu, dan meminta otoritas setempat menyelidiki kelompok ekstrem kanan di Saxony.
Arus pengungsi ini meningkatkan popularitas partai anti-imigran, Alternatif untuk Jerman (AfD), yang berhasil mendapatkan kursi di parlemen untuk pertama kalinya dalam pemilu tahun lalu berkat kampanye bahwa Islam tak sesuai dengan konstitusi Jerman.
Setidaknya 8.000 orang mengikuti aksi unjuk rasa yang dipimpin oleh AfD dan kelompok anti-Islam PEGIDA di Chemnit pada minggu (2/9)). Kubu sayap kiri kemudian mengadakan demonstrasi yang dihadiri oleh 3.000 orang.
Pihak kepolisian mengatakan bahwa mayoritas orang berdemonstrasi dengan damai.
Kalangan sayap kiri akan mengadakan konser di Chemnit pada Senin untuk menolak xenofobia dan kebencian terhadap para pengungsi. (sab/has)