Pemerintah Sesalkan AS Setop Dana Bantuan Pengungsi Palestina

Riva Dessthania Suastha, CNN Indonesia | Selasa, 04/09/2018 14:29 WIB
Pemerintah Sesalkan AS Setop Dana Bantuan Pengungsi Palestina Ilustrasi (AFP TV)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) menyesalkan keputusan Amerika Serikat menghentikan sumbangan sepenuhnya bagi UNRWA, organisasi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang bekerja membantu pengungsi Palestina.

"UNRWA memiliki peran penting dalam memberikan bantuan kemanusiaan, kesehatan, dan pendidikan kepada jutaan anak-anak dan perempuan pengungsi Palestina," ucap juru bicara Kemlu RI, Arrmanatha Nasir, melalui pernyataan yang diterima CNNIndonesia.com, Selasa (4/9).

Dalam pernyataannya, Arrmanatha menegaskan pemerintah bersama masyarakat madani dan filantropis akan terus bekerja sama meningkatkan kontribusi Indonesia dalam memberikan bantuan bagi pengungsi Palestina.


"Indonesia juga mengajak masyarakat internasional bekerja sama meningkatkan dukungan kepada UNRWA."

Pernyataan itu dilontarkan Indonesia menanggapi keputusan Presiden Donald Trump menyetop sumbangan AS kepada UNRWA sepenuhnya. Padahal, AS merupakan donor terbesar organisasi yang dibangun sejak 1949 itu.

Sebelumnya, Trump telah lebih dulu mengurangi sumbangan AS senilai US$65 juta dari total US$365 juta bantuan bagi UNRWA pada 2017.

AS menginginkan UNRWA mereformasi dan percaya negara-negara lain harus meningkatkan kontribusinya kepada badan tersebut.

Gedung Putih juga mendukung tuduhan Israel bahwa UNRWA membuat konflik Timur Tengah abadi dengan mempertahankan ide bahwa sebagian besar warga Palestina adalah pengungsi, yang memiliki hak kembali ke rumah mereka yang kini masih dikuasai Israel.

Sementara itu, berdasarkan laporan tahunan UNRWA soal pendonor, Indonesia tercatat menjadi salah satu negara penyumbang sejak 2008 lalu dengan nilai US$10 ribu.

Pada 2009-2011, Indonesia meningkatkan sumbangannya kepada UNRWA menjadi sebesar US$20 ribu.

Indonesia meningkatkan sumbangannya bagi UNRWA menjadi US$100 ribu pada 2013-2014.

Namun, pada 2015 dan 2017, Indonesia tidak tercatat lagi sebagai negara pendonor UNRWA.

Di luar UNRWA, Menlu Retno Marsudi mengklaim Indonesia masih mengulurkan bantuan berupa pembangunan kapasitas senilai US$2 juta atau setara Rp28,4 miliar bagi Palestina.

Bantuan pembangunan kapasitas tersebut disalurkan baik dalam kerangka Rencana Kerja Tiga Tahun (2019-2021) Conference on Cooperation among East Asian Countries for Palestine Development (CEAPAD), yang merupakan salah satu hasil pertemuan CEAPAD III ataupun modalitas lainnya. (eks/eks)