Kemlu Sebut Tahun Ini Indonesia Beri Rp2,9 Miliar untuk UNRWA

Riva Dessthania Suastha, CNN Indonesia | Selasa, 04/09/2018 12:45 WIB
Kemlu Sebut Tahun Ini Indonesia Beri Rp2,9 Miliar untuk UNRWA Ilustrasi (REUTERS/Ibraheem Abu Mustafa)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kementerian Luar Negeri RI (Kemenlu) menyatakan pemerintah telah menggelontorkan dana US$200 ribu atau setara Rp2,9 miliar tahun ini bagi UNRWA, organisasi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk pengungsi Palestina.

"Indonesia berkontribusi sebesar US$200 ribu untuk UNRWA tahun 2018. Kontribusi ini sudah ditransfer bulan lalu," kata juru bicara Kemlu RI, Arrmanatha Nasir, saat dikonfirmasi CNNIndonesia.com lewat pesan teks pada Selasa (4/9).

Pernyataan itu diutarakan Arrmanatha menanggapi laporan bahwa Indonesia sempat menyetop bantuan bagi UNRWA pada 2017 lalu. Sebab, Indonesia tidak tercatat lagi sebagai penyumbang dalam laporan tahunan donor UNRWA pada 2017.


Jumlah sumbangan ini dua kali lipat dari jumlah sumbangan terbesar Indonesia pada 2012-2014 lalu sebesar US$100.000 (sekitarRp1,45 miliar). Sumbangan ini juga melonjak 40 kali lipat dari sumbangan tahun 2016 yang hanya US$5.000 (sekitar Rp74,5 juta).

Selain melalui UNRWA, Arrmanatha mengklaim bahwa Indonesia juga menyalurkan sejumlah bantuan langsung secara bilateral untuk Palestina.

Bentuk bantuan ini menurut Arrmanatha berberda-beda, mulai dari dana, pembangunan kapasitas, pembangunan, pendidikan, hingga kesehatan.

"Pemerintah juga memberikan bantuan berupaya dukungan untuk kedutaan, memberikan bebas ea masuk untuk beberapa produk Palestina dan lain-lain," kata Arrmanatha.

Menurut laporan UNRWA, Indonesia tercatat menjadi salah satu donor organisasi itu sejak 2008 lalu dengan nilai sumbangan sebesar USD$10 ribu atau setara 148 juta.

Sementara pada 2009-2011 Indonesia menyumbang setidaknya US$20 ribu atau setara Rp297,3 juta. Pada 2011, Indonesia masuk 53 pendonor terbesar dari total 58 negara.

Pada 2012-2014, Indonesia meningkatkan jumlah bantuannya menjadi US$100 ribu (sekitar Rp1,4 miliar). Namun, pada 2015, UNRWA tak memasukan Indonesia lagi dalam laporan pendonor organisasi.

Baru pada 2016, Indonesia kembali tercatat menyumbang sebesar US$5.000 (Rp74,4 juta) dalam laporan UNRWA.

Di luar UNRWA, beberara waktu lalu Menlu Retno Marsudi mengatakan Indonesia juga telah mengeluarkan dana sebesar US$2 juta atau setara Rp28,4 miliar bantuan pembangunan kapasitas bagi Palestina.

Bantuan pembangunan kapasitas tersebut disalurkan baik dalam kerangka Rencana Kerja Tiga Tahun (2019-2021) Conference on Cooperation among East Asian Countries for Palestine Development (CEAPAD) ataupun modalitas lainnya. (eks/eks)