Pertama dalam 6 Dekade, Pimpinan Korut Akan Kunjungi Korsel

Tim CNNIndonesia, CNN Indonesia | Kamis, 20/09/2018 06:46 WIB
Pertama dalam 6 Dekade, Pimpinan Korut Akan Kunjungi Korsel Pimpinan Korsel Moon Jae In (kiri) dan Pimpinan Korut Kim Jong Un (kanan) (Pyeongyang Press Corps/Pool via REUTERS)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pimpinan Korea Utara, Kim Jong Un menyatakan persetujuannya untuk melakukan kunjungan ke Korea Selatan, Rabu (19/9). Ia juga sepakat untuk menutup situs pengetesan misil di depan inspektor internasional dalam pertemuan dengan Presiden Korea Selatan Moon Jae-in di Pyongyang.

Perjalanan Kim ke Seoul akan menjadi kunjungan Presiden Korut pertama sejak keduanya terpisah saat perang Korea yang berlangsung pada 1950-1953. Perang itu berakhir dengan gencatan senjata alih-alih perjanjian damai.

Meski tak banyak kemajuan yang dibuat dalam pembicaraan soal isu utama nulir di Korut. Tapi keduanya telah menandatangani dokumen untuk memperkuat hubungan kedua negara.


Semakin baiknya hubungan kedua negara ditandai dengan itikad baik membuat fasilitas untuk mempertemukan keluarga yang terpisah di kedua negara kapan saja. Mereka juga akan bekerjasama membangun jaringan jalan dan kereta api untuk Olimpiade pada 2032.

Kesepakatan ini membawa harapan baru bagi rakyat kedua negara, "dan mengobarkan semangat untuk reunifikasi," jelas Kim.


Dalam kesepakatan kedua negara, Korut juga mengatakan akan menutup permanen tempat pengujian mesin rudal dan fasilitas peluncuran di Tongchang-ri "di hadapan para ahli dari negara-negara yang relevan".

Moon juga mengimbau agar kedua Korea kembali bersatu dan mendapat tepuk tangan meriah dari hadirin.

"Saya mengusulkan agar kita harus benar-benar mengakhiri 70 tahun permusuhan dan mengambil langkah besar perdamaian untuk menjadi satu lagi," kata Moon menurut kantor berita Korea Selatan Yonhap.

Dilansir AFP, Kim kabarnya tengah mencari cara untuk mengamankan kerjasama ekonomi dengan Korsel yang jauh lebih makmur. Sementara Moon berusaha untuk menghindari resiko konflik antara Korut dan Amerika Serikat yang berpotensi menghancurkan negaranya.

Dalam kunjungan Moon ke Korut, Selasa (18/9), surat kabar Rodong Sinmun menampilkan foto-foto kedua pemimpin. Surat kabar yang jadi corong dari partai berkuasa di Utara itu, juga menampilkan keduanya menyaksikan parade bersama di jalan-jalan ibukota.

Mereka juga menikmati konser dan memanggang di sebuah perjamuan. Pada hari Rabu malam, Moon makan malam dengan Kim dan istrinya di sebuah restoran ikan baru di Pyongyang.

[Gambas:Video CNN]
(AFP/eks)