Capres Brasil yang Ditikam Berhasil Ungguli Lawan-lawannya

Tim CNNIndonesia, CNN Indonesia | Kamis, 20/09/2018 17:34 WIB
Capres Brasil yang Ditikam Berhasil Ungguli Lawan-lawannya Capres Brasil Jair Bolsonaro (REUTERS/Adriano Machado)
Jakarta, CNN Indonesia -- Calon Presiden (capres) sayap kanan Brasil, Jair Bolsonaro, berhasil mengungguli lawan-lawannya dalam survey pada pemilihan presiden putaran pertama. Bolsanaro berhasil meraup 28 persen suara, naik 2 persen dari jajak pendapat sebelumnya, minggu lalu. Hal ini berdasarkan data survey yang dilakukan oleh perusahaan polling Datafolha, Kamis (20/9).

Bolsonaro adalah mantan militer yang mendukung pengurangan kontrol senjata di negara itu. Sebelumnya, capres ini sempat ditusuk saat berada di tengah kerumunan ketika berkampanye.

Sementara itu ditempat kedua kandidat diduduki oleh Fernando Haddad. Kandidat dari Partai Buruh ini berhasil mengambil 16 persen suara, naik 3 persen dari survey sebelumnya. Secara statistik, Haddad bersaing ketat dengan Ciro Gomes, seorang populis dari sayap kiri-tengah. Dukungan terhadap Gomes tetap berada di 13 persen.


Haddad sendiri adalah pengganti mantan presiden Brasil Luiz Inacio Lula da Silva. Presiden Brasil dua periode ini tengah dipenjara. Pengadilan memutuskan bahwa Da Silva tak bisa ikut pemilu dan lantaran masih harus menghadapi tuntutan hukum terkait kasus korupsi.

Dengan tidak adanya calon presiden yang menonjol, diperkirakan pilpres Brasil ini akan dilakukan dua putaran. Berdasarkan jajak pendapat, Gomes menjadi satu-satunya kandidat yang diperkirakan bisa mengalahkan Bolsonaro dalam pemilihan putaran kedua.

Diperkirakan jika Gomes bertemu dengan Bolsonaro di putaran kedua, maka mantan gubernur negara bagian Ceará itu akan memenangkan Pilpres dengan 45 persen suara. Sementara Bolsonaro dengan 39 persen suara.

Namun, jika Bolsonaro bertemu dengan Haddad pada putaran kedua, diperkirkan keduanya akan menghadapi hasil seimbang, 41 persen.

Datafolha melakukan survey terhadap 8.601 pemilih di seluruh Brasil pada 18-19 September dengan margin kesalahan sebesar 2 persen.

Jajak pendapat menunjukkan bahwa strategi Lula untuk meyakinkan pendukungnya agar memilih Haddad, sepertinya berhasil. Sebab berdasarkan survey, mantan walikota Sao Paulo itu bisa mendapat perolehan suara cukup baik.

Presiden Brasil dua periode, Lula, mekarena tuduhan korupsi tetapi ia tetap politisi paling berpengaruh di Brasil dan partainya dapat kembali berkuasa setelah memerintah Brasil dari 2003 hingga 2016.

Sementara itu, kandidat capres lainnya Geraldo Alckmin, tetap di 9 persen dan Marina Silva 7 persen.

Pilpres kali ini menjadi pemilu yang paling memecah belah sejak berakhirnya kekuasaan militer Brasil tiga dekade lalu. Para pendukung telah terpecah menjadi sayap kanan dan kiri. Hal ini menimbulkan kekhawatiran mengenai masa depan demokrasi Brasil.

Bolsonaro, pengagum rezim militer Brasil yang berkuasa pada1964 hingga 1985. Ia menuduh Partai Buruh mencoba untuk menegakkan pemilihan. Rekannya yang pensiun, Jenderal Hamilton Mourão, mengatakan pasukan bersenjata harus melakukan kudeta jika peradilan negara itu tidak dapat mengakhiri korupsi politik. (Reuters/eks)