Tutup Pertemuan dengan Moon, Kim Jong-un Beri Hadiah Mahal

Tim, CNN Indonesia | Jumat, 21/09/2018 10:26 WIB
Tutup Pertemuan dengan Moon, Kim Jong-un Beri Hadiah Mahal Pertemuan Moon Jae-in dan Kim Jong Un (Pyeongyang Press Corps/Pool via REUTERS)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pemimpin Tertinggi Korea Utara Kim Jong-un mengirimkan Presiden Korea Selatan Moon Jae-in hadiah mahal berupa dua ton jamur pinus. Hadiah ini diberikan untuk menutup pertemuan tinggi antara Korea Utara dan Selatan yang ketiga,

Juru bicara kepresidenan Korsel, Yoon Young-chan, mengatakan hadiah spesial itu akan sampai lebih dulu di Seoul hari ini, Jumat (20/9), sementara Moon masih berada di Pyongyang untuk menutup lawatan perdananya selama tiga hari ke Korut.

"Ketika Presiden Moon dan istrinya masih berada di Korut, hadiah dari Pemimpin Tertinggi Kim Jong-un sudah sampai di sini. Dua ton jamur pinus sampai di pangkalan angkatan udara Seoul pagi ini," ucap Yoon kepada wartawan di Seoul.


Yoon mengatakan Moon telah menginstruksikan Istana Kepresidenan Cheongwadae untuk membagikan jamur-jamur itu kepada warga yang belum dipersatukan kembali dengan keluarganya di Korut.

"Saya harap jamur-jamur itu, dengan aroma khas Korut ini bisa memberikan simpati," kata Moon seperti dikutip The Korean Herald.

Korut-Korsel sepakat menggelar reuni keluarga yang terpisah pada Agustus lalu. Reuni tersebut merupakan yang pertama kali sejak tiga tahun terakhir.

Meski Pyongyang dan Seoul sempat beberapa kali menggelar reuni, setidaknya puluhan ribu warga masih menunggu giliran untuk bertemu dengan keluarganya di Korut yang terpisah sejak Perang Korea 1950-1953 lalu.

Moon bersama sekitar 200 delegasinya menghabiskan waktu tiga hari di Pyongyang sejak Selasa (21/9) lalu. Selain pejabat negara, Moon turut memboyong sejumlah pesohor K-pop dan konglomerat Korsel.

Selama tiga hari, Moon dan Kim Jong-un menggelar serangkaian pertemuan formal dan informal.

Selain mendiskusikan penguatan relasi antara kedua Korea seperti reunifikasi, agenda utama Moon ke Pyongyang terutama terkait dengan isu denuklirisasi. Sejak pertemuan Kim dan Trump berlangsung pada 12 Juni lalu, tekanan terus bermunculan terkait hasil konkret denuklirisasi yang disebut disepakati dalam KTT tersebut.

Dalam KTT itu, Kim menyatakan dukungannya terhadap perlucutan senjata nuklir di Semenanjung Korea tanpa penjelasan detail. Sejak itu, Pyongyang dan Washington memiliki perbedaan pendapat terkait bagaimana proses denuklirisasi di kawasan berlangsung.

Di hari terakhir kunjungan, Moon dan Kim Jong-un menutup pertemuan ketiga mereka dengan mendaki gunung Paektu.

Kunjungan ke gunung dan danau ini sendiri dianggap sangat sarat simbol dengan berbagai interpretasi. Konon, gunung ini adalah tempat asal orang Korea. Nama gunung ini pun disebut-sebut dalam lagu kebangsaan Korsel dan sejumlah propaganda Korut.

Gunung berapi aktif ini dihiasi dengan kamp-kamp rahasia dan situs bersejarah dari zaman perang gerilya Korea melawan penjajahan Jepang pada 1930-1940an, di mana kakek Kim, Kim Il-sung, memegang peranan penting. (rds/eks)