Venezuela Hiperinflasi 10 Juta Persen

AFP, CNN Indonesia | Selasa, 09/10/2018 14:48 WIB
Venezuela Hiperinflasi 10 Juta Persen Venezuela diperkirakan mencatat rekor hiperinflasi 10 juta persen pada 2019. (Reuters/Carlos Garcia Rawlins)
Jakarta, CNN Indonesia -- Bagaimana situasinya ketika terjadi inflasi 10 juta persen? Dengan inflasi demikian besar, ini berarti satu barang sebelumnya berharga US$1 (Rp15 ribu) menjadi US$100 ribu (Rp1,5 miliar). Terbayangkah cara untuk menghitung dampaknya?  

Setelah harga-harga barang naik seribu persen tahun lalu, Dana Moneter Internasional (IMF) memperkirakan hiperinflasi dalam perekonomian Venezuela diperkirakan mencapai 1,4 juta persen tahun ini dan meroket jadi 10 juta persen pada 2019.

Angka yang luar biasa besar dan tidak mungkin. Bahkan pembaca laporan perkiraan ekonomi dunia dari IMF itu pun harus hati-hati menghitung jumlah angka 0 itu agar tidak salah.


Situsinya sangat buruk sehingga Venezuela pun tidak dimasukkan dalam angka inflasi regional dan juga pasar di negara-negara berkembang.

Setelah selama bertahun-tahun salah urus ekonomi, sementara industri minyak yang penting terhenti, ribuan warga Venezuela meninggalkan negara itu setiap hari untuk mendapatkan makanan dan obat-obatan. Para pengungsi ini membanjiri negara tetangga Kolombia dan Brazil.

Negara-negara Amerika Latin sebelumnya berusaha mendesak pemerintah Venezuela menandatangani resolusi agar mau menerima bantuan kemanusiaan yang bertujuan meringankan krisis perpindahan penduduk.

Venezuela sejauh ini menolak menandatangani resolusi itu.

Selain Kolombia dan Brazil, Ekuador dan Peru menjadi tempat tujuan utama warga Venezuela karena persyaratan masuk negara itu yang relatif mudah.

Perekonomian Venezuela kontraksi 14 persen tahun lalu dan tahun ini akan mencapai 18 persen.

Tetapi berita bagusnya, ekonomi Venezuela tak mungkin lebih buruk lagi. Perekonomian Venezuela diperkirakan hanya akan menyusut lima persen pada 2019.

Produk Domestik Bruto (PDB) per kapita diperkirakan turun lebih dari 35 persen pada periode 2013-2017 dan diproyeksikan turun mendekati 60 persen antara 2013-2023.

IMF mengatakan "hiperinflasi diperkirakan akan memburuk dengan cepat yang dipicu oleh pembiayaan moneter dari defisit fiskal yang besar dan hilangnya rasa percaya pada mata uang" negara itu.

Venezuela mendevaluasi mata uangnya hingga hampir 100 persen pada 20 Agustus lalu.

IMF memperkirakan tanpa Venezuela, inflasi di pasar negara maju dan berkembang diperkirakan hanya akan mencapai 5 persen tahun ini.

Sementara itu, pertumbuhan ekonomi dunia diperkirakan mencapai 3,7 persen tahun ini dan tahun depan yang terutama disebabkan oleh perlambatan perdagangan ketika terjadi perang dagang antara Amerika Serikat dan China.

IMF memangkas proyeksi pertumbuhan dunia menjadi 3,7 persen untuk tahun ini dan tahun depan. Hal ini sebagian besar dikarenakan adanya perlambatan dalam perang dagang antara AS dan China.Perang dagang itu dapat menurunkan estimasi pertumbuhan di negara-negara berkembang menjadi 4,7 persen untuk 2018 dan 2019.


Catatan Redaksi: Judul artikel ini diubah dari sebelumnya 'Venezuela Hiperinflasi, Harga Barang Naik 10 Juta Persen' untuk menghindari kesalahan interpretasi. 

(cin/eks)