Ratusan WNI Terjebak di Perbatasan Oman Sudah Masuk Yaman

Tim , CNN Indonesia | Rabu, 10/10/2018 16:25 WIB
Ratusan WNI Terjebak di Perbatasan Oman Sudah Masuk Yaman Kota Salalah, Oman (AFP PHOTO / MOHAMMED MAHJOUB)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) untuk Oman di Muscat menyatakan sekitar 200 warga negara Indonesia yang sempat terjebak di Salalah, perbatasan Oman, selama tiga pekan terakhir sudah bisa memasuki wilayah Yaman hari ini, Rabu (10/10).

"Mereka (200 WNI) sudah masuk Yaman dan dalam perjalanan menuju Tarim," papar Duta Besar RI untuk Oman, Musthofa Taufik Abdul Latif, kepada CNNIndonesia.com melalui pesan singkat, Rabu (10/10).

Musthofa mengatakan salah satu staf fungsi konsuler KBRI Muscat mendampingi rombongan WNI tersebut menuju Tarim, salah satu kota di Yaman. Namun Musthofa menolak memberikan keterangan lebih lanjut.


"Informasi selanjutnya bisa melalui Kementerian Luar Negeri RI pusat agar satu pintu," kata Musthofa.

Sebagian besar WNI tersebut merupakan pelajar yang ingin melanjutkan studi ke Yaman. Namun, mereka terdampar di Salalah, Oman, karena ditolak masuk ke Yaman oleh aturan baru dari otoritas setempat.

Sejak 2011, Yaman memang masih dirundung perang sipil. Pada Mei lalu, pemerintah Oman melarang warga negara asing manapun keluar/masuk perbatasannya untuk menuju wilayah Yaman.

Melalui sebuah rekaman video yang diberikan KBRI Muscat, dua pria WNI yang disebut sebagai ketua rombongan WNI mengatakan mereka sudah bisa meninggalkan Salalah menuju Yaman berkat bantuan KBRI Muscat, KBRI Sana'a di Salalah, dan Kemlu RI.

"Saya Nur Wahid dan Hasyim, yang merupakam Mushrif atau pemimpin rombongan yang ingin ke Yaman untuk studi sempat terhalang di Salalah Oman.

Alhamdulillah bisa keluar dari Oman menuju Yaman hari ini berkat bantuan KBRI Muscat, KBRI Sana'a di Salalah, dan Kemlu RI pusat," papar pria yang memakai kemeja abu dan rompi hitam dalam video tersebut.

Tak lama setelah kabar ratusan WNI terjebak di perbatasan Oman beredar, Kemlu RI memang mengirim utusannya yakni Direktur Perlindungan WNI dan Badan Hukum Lalu Muhammad Iqbal terbang ke Salalah untuk menyelesaikan masalah perizinan mereka, kemarin.

Kabar ratusan WNI yang terlantar di perbatasan Oman-Yaman pertama kali terungkap setelah media memberitakan bahwa putri pemimpin Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab ditolak masuk ke Yaman oleh otoritas Oman, kemarin.

Putri Rizieq, Syarifah Najwa Rizieq Syihab, dikabarkan ditolak masuk bersama ratusan pelajar lainnya yang ingin studi ke Yaman. (rds/eks)