Venezuela Didesak Ungkap Kasus Oposisi yang Tewas di Penjara

Tim , CNN Indonesia | Rabu, 10/10/2018 20:14 WIB
Venezuela Didesak Ungkap Kasus Oposisi yang Tewas di Penjara Presiden Venezuela Nicholas Maduro (REUTERS/Miraflores Palace)
Jakarta, CNN Indonesia -- Venezuela menghadapi desakan internasional untuk melakukan penyelidikan transparan guna mengungkap tewasnya seorang anggota oposisi, Fernando Alban dalam penjara.

Pemerintah menyebut kematian akibat Alban melompat dari lantai 10 di kantor pusat badan intelijen negara bagian. Kematian itu memicu keprihatinan dari Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan Uni Eropa yang menyerukan penyelidikan.

Kedutaan AS di Caracas mengatakan bahwa kematian itu mencurigakan.


Alban adalah seorang anggota dewan Caracas yang dituduh mengambil bagian dari serangan pesawat tak berawak (drone) yang gagal terhadap presiden Venezuela, Nicolas Maduro. Dirinya ditemukan tewas dalam tahanan yang dinyatakan sebagai bunuh diri.

Jaksa Agung, Tarek Saab mengatakan jika Alban meminta untuk pergi ke kamar kecil kemudian melemparkan dirinya dari jendela.

Pada Agustus lalu, AS mengutuk dugaan penahanan secara sembarangan dan pengakuan paksa yang dilakukan oleh pemerintah Venezuela dalam penyelidikanya atas insiden drone.

Peti yang berisi tubuh Albam dibawa ke badan legislatif, dibungkus dengan bendera Venezuela dan ditempatkan di taman.

Alban kemudian dipindahkan ke sebuah kapel di Universitas Pusat Venezuela dimana dirinya lulus sebagai pengacara.

"Ayah saya mati berjuang untuk demokrasi dan kebebasan di Venezuela," kata putranya, Fernando dalam cuitan di twitter.

Para anggota parlemen oposisi menyetujui resolusi yang mengakui adanya tanggung jawab pemerintah atas kematian Alban. Hal ini diserukan kepada PBB dan organisasi di AS untuk menunjuk para ahli independen untuk menyelidikinya.

"Pemerintahan Maduro memiliki kewajiban untuk menjamin keamanan (Alban), integritas pribadi, dan martabat," kata juru bicara untuk Hak Asasi Manusia PBB, Ravina Shamdasani kepada wartawan.

"Kami prihatin mengenai berita kematiannya, kami memang menyerukan penyelidikan transparan untuk memperjelas keadaan kematiannya," kata dia.

Venezuela Didesak Ungkap Kasus Oposisi yang Tewas di PenjaraPresiden Venezuela Nicolas Maduro (REUTERS/Carlos Garcia Rawlins)
Dalam sebuah pernyataan, Uni Eropa juga menuntut penyelidikan yang menyeluruh dan independen untuk memperjelas kematian tragis Alban.

"Uni Eropa menegaskan kembali seruannya kepada pemerintah Venezuela untuk membebaskan semua tahanan politik," kata juru bicara Uni Eropa, Maja Kocijancic.

Kepala Organisasi negara-negara Amerika, Luis Almagro menulis cuitan di twitter yang mengatakan bahwa kematian Alban adalah tanggung jawab langsung dari rezim penyiksaan dan pembunuhan.

Kepala Partai First Justice, Julio Borges yang merupakan partai dari Alban menyalahkan pemerintah atas kematiannya.

"Kami menganggap Maduro dan rezim penyiksaannya bertanggung jawab," katanya dalam sebuah pernyataan.

Ketua Komite Hubungan Luar Negeri di Senat AS, Bob Corker menulis cuitan di twitter bahwa pemerintah memiliki tanggung jawab untuk memastikan dan memahami bagaimana hal itu bisa terjadi.

Protes pembunuhan

Pada Senin (8/10) malam, belasan orang dengan lilin menggelar protes kematian Alban diluar markas dinas intelijen.

"Ini bukan bunuh diri, ini pembunuhan," kata seorang pengunjuk rasa.

Mantan kandidat presiden, Henrique Capriles mengatakan bahwa pemerintahan Maduro bertanggung jawab atas kasus ini.

"Kami yang tahu bahwa Fernando tidak pernah bertindak melawan hidupnya," kata dia dalam cuitan di twitter.

Seorang pengacara, Joel Garcia mengatakan kepada wartawan bahwa terlalu cepat mengkonfirmasi apakah kasus ini bunuh diri.

Keuskupan agung Caracas juga mengatakan bahwa Alban tenang dan merencanakan proyek kerja sosial bagi orang miskin sebelum penangkapannya.

Alban termasuk di antara 15 orang yang ditangkap dan didakwa atas tuduhan dalam insiden ledakan drone yang dianggap Maduro sebagai upaya pembunuhan pada 4 Agustus lalu.

Maduro mengatakan ledakan itu berasal dari drone yang dikirim untuk membunuhnya, meskipun tokoh-tokoh oposisi menuduh maduro membuat insiden itu untuk meningkatkan penindasan di negara yang sedang krisis ekonomi.

Pada pekan lalu, Alban telah pergi ke New York untuk mengunjungi anak-anaknya dan menemani Borges ke PBB. Dirinya ditangkap saat kembali ke Caracas. (cin/eks)