Trump Puji Pengakuan Saudi Soal Khashoggi, Kongres AS Skeptis

Tim , CNN Indonesia | Sabtu, 20/10/2018 14:06 WIB
Trump Puji Pengakuan Saudi Soal Khashoggi, Kongres AS Skeptis Presiden AS Donald Trump (REUTERS/Yuri Gripas)
Jakarta, CNN Indonesia -- Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump memuji pengakuan Arab Saudi terkait kematian wartawan Jamal Khashoggi di konsulatnya di Turki, Jumat (19/10).

Ia menyebut pengakuan Saudi ini sebagai langkah pertama yang hebat. Meski demikian, kongres AS tidak terlalu tertarik.

Trump menyatakan kepada wartawan bahwa menurutnya pengakuan Saudi bahwa Khashoggi tewas di dalam konsulat dalam sebuah perkelahian adalah informasi yang kredibel. Ia pun menyebut tidak merasa dibohongi dalam percakapannya dengan para pemimpin senior Arab Saudi.


"Saya kira kita semakin dekat untuk menyelesaikan masalah yang sangat besar," jelasnya, seperti dikutip Anadolu.

Trump juga menyatakan bahw Arab Saudi adalah rekannya yang sangat penting di Timur Tengah. "Kami membutuhkan mereka sebagai penyeimbang Iran dan itu bukan solusi yang mudah. Ini bukan situasi yang mudah untuk dihadapi."

Berdasarkan penyidikan Saudi, Khashoggi terlibat dalam pertengkaran dan perkelahian dengan orang-orang yang ditemuinya dalam konsulat. Hal itu berakhir dengan kematian wartawan tersebut. Penyelidikan tersebut dilakukan oleh Kantor Jaksa Penuntut Umum Saudi.

Kantor Berita Saudi melaporkan sebanyak 18 warga Saudi telah ditahan terkait dengan kematian Khashoggi. Mereka yang terlibat dengan peristiwa ini akan dibawa ke pengadilan.

Meski Trump menyatakan kepercayaan terhadap penjelasan Riyadh, kongres AS di Capitol Hill tidak begitu puas dengan penjelasan itu.

"Sejujurnya saya skeptis, pernyataan Saudi tentang Khashoggi terlalu menyepelekan," jelas senator partai Republik yang menjadi pendukung Trump, Lindsay Graham dalam cuitannya di Twitter. "Sulit untuk mempercayai bahwa pernyataan ini memiliki kredibilitas."

Sebelumnya, Graham sempat menyerukan kepada Trump agar menjatuhkan sanksi kepada Saudi jika negara itu benar melakukan kejahatan terhadap Khashoggi.

Hal senada diungkap Senator Partai Demokrat Richard Blumenthal. Dalam cuitannya, ia menyebut bahwa penjelasan Riyadh tak kredibel dan tak masuk akal.

"Tidak mungkin dunia menunggu 30 hari bagi Saudi untuk membersihkan namanya atau menutup-nutupinya. AS mesti melakukan investigasi internasional, bukan hanya mengandalkan orang-orang Pangeran Saudi."

Sementara itu di lembaga perwakilan AS, Ro Khanna menyebut bahwa penjualan senjata dari AS ke Riyadh mesti dibatalkan segera. Khanna dikenal telah menentang dukungan militer AS terhadap Saudi di Yaman.

"Kebijakan luar negeri kita mesti berpihak pada hak azasi manusia, bukan membuat keuntungan bagi kontraktor pertahanan," jelasnya.

Trump terus menolak saran dari kongres agar AS menghentikan penjualan senjata ke Riyadh. Kemarin ia menyebut bahwa penghentian penjualan senjata itu akan merugikan negara dan memilih untuk tidak membatalkan penjualan senjata bernilai US$110 miliar (Rp1,6 quadriliun) itu.

"Saya tekanan kita tidak akan melakukan hal itu (pembatalan penjualan senjata ke Saudi) [...] lebih baik kita menemukan solusi lain."

Senator Partai Republik lain, Bob Corker menyebut bahwa penjelasan Arab Saudi terkait apa yang terjadi terhadap Khashoggi terus berubah setiap harinya. "Sehingga kita tidak berasumsi bahwa pernyataan mereka akan berakhir disini."

Sebelumnya, Saudi menyebut bahwa Khashoggi telah keluar dari konsulat mereka. Namun, Turki menunjukkan serangkaian bukti bahwa wartawan itu tak pernah keluar. Lantas kini Saudi kembali berkilah Khashoggi tewas dalam perkelahian di dalam konsulatnya.

"(Saudi) boleh menjalankan investigasi mereka sendiri, tapi AS harus membuat investigasi sendiri yang independen, terpercaya, terhadap pembunuhan Khashoggi," cuitnya. (eks/eks)