Tiga Hari Pingsan di Atap Rumah, Kakek 102 Tahun Selamat

Tim , CNN Indonesia | Sabtu, 27/10/2018 05:52 WIB
Tiga Hari Pingsan di Atap Rumah, Kakek 102 Tahun Selamat Ilustrasi (REUTERS/Pascal Rossignol)
Jakarta, CNN Indonesia -- Seorang kakek berusia 102 tahun terjebak di atap rumahnya sendiri selama tiga hari di kota kecil Devon, di Inggris. Ketika ditemukan ia ada dalam kondisi tak sadarkan diri, terbaring di atap rumahnya.

Si kakek diperkirakan sedang memperbaiki antena televisi dan terjebak di atap rumah. Ia pun diselamatkan oleh wanita pengantar susu.

Ron Easton ini ditemukan terbaring di atap rumahnya dan segera dilarikan ke rumah sakit. Saat ini, mantan pembalap itu dilaporkan dalam kondisi stabil.


Penemuan Easton bermula dari kecurigaan seorang nenek yang biasa mengantarkan susu dan koran ke rumah pria itu, Trish Bagley. Ia heran karena dua botol susu yang ia antarkan di hari-hari sebelumnya tak dibuka.

Ia lalu mencoba mengetuk pintu dan menelepon pria tersebut, tapi tak diangkat.

"Saya kira ia tertidur, tapi saya perlu memanggil seseorang untuk memastikan," jelasnya kepada BBC, Rabu (24/10).

Seorang pemilik toko terdekat lantas memanggil seorang tukang yang kemudian menemukan Easton terbaring di atap rumahnya.

"Saya tak tahu ia ada disana, saya hanya berfirasat ada sesuatu yang tidak beres."

"Ia selalu mengambil susunya tiap pagi begitu bel pintu dibunyikan. Susu yang diantar hari Senin dan Selasa masih disana, jadi mungkin ia ada di atas sejak Minggu," paparnya lagi.

"Tangga ke atap ada di sisi rumah yang tersembunyi, sehingga tidak ada seorang pun yang bisa melihatnya," jelas Bagley, kepada BBC.

"Ia mungkin terpeleset atau karena hal lainnya, kami belum tahu. Ia seorang yang kuat. Ia selalu berada di taman. Semoga ia segera pulih."

Ia diselamatkan oleh ambulan dan pemadam kebakaran di Devon. Saat ini ia dirawat di rumah sakit Derriford di Plymouth. Pemadam kebakaran menyebut bahwa mereka ditelepon Rabu pagi pukul 8.38.

"Kelihatannya ia naik ke atap rumahnya menggunakan tangga. Tapi kami kesulitan mengangkutnya menggunakan platform udara kami karena jaraknya terlalu sempit," seperti dilaporkan The Telegraph.

Sehingga pemadam mesti memanjat tangga secara manual dan menggunakan tandu dari ambulans untuk mengangkut kakek itu. (eks/eks)