Mahathir Sebut Malaysia Tak Bisa Terima LGBT

Tim, CNN Indonesia | Jumat, 26/10/2018 16:55 WIB
Mahathir Sebut Malaysia Tak Bisa Terima LGBT Perdana Menteri Mahathir Mohamad mengatakan bahwa Malaysia tidak bisa menerima LGBT karena itu semua adalah nilai-nilai yang dianut negara Barat. (Reuters/Lai Seng Sin)
Jakarta, CNN Indonesia -- Perdana Menteri Mahathir Mohamad mengatakan bahwa Malaysia tidak bisa menerima LGBT (Lesbian, Gay, Biseksual, Transgender) karena itu semua adalah nilai-nilai yang dianut negara Barat.

"Pada saat ini, kami tidak menerima LGBT. Namun, jika mereka (Barat) ingin menerima, itu adalah urusan mereka. Jangan memaksakannya pada kami," kata dia, seperti dikutip AFP.

"Lembaga perkawinan, lembaga keluarga kini telah diabaikan di Barat. Mengapa kita harus mengikuti itu? Sistem nilai kita sama baiknya. Jika mereka (Barat) suatu hari memutuskan untuk berjalan telanjang, apakah kita harus mengikuti?"
Pernyataan itu disampaikan di sebuah forum di Thailand yang membahas soal intoleransi terhadap LGBT pada Kamis (25/10).


Selama ini, Malaysia menerapkan dua sistem hukum. Pengadilan Islam akan mengurus masalah keluarga dan keagamaan bagi warga Muslim yang meraup 60 persen populasi negara tersebut.

Ini bukan kali pertama Mahathir melontarkan komentar anti-LGBT. Beberapa bulan lalu, Mahathir juga mengatakan bahwa ada beberapa hal yang tak dapat diterima di Malaysia, salah satunya pernikahan sesama jenis.
Sebelumnya, sejumlah pejabat Malaysia juga menyatakan penolakan mereka atas LGBT, termasuk Menteri Urusan Agama Islam, Mujahid Yusof Rawa.

Ia bahkan mengutarakan gagasa pendirian kamp untuk mendidik para LGBT. Gagasan ini dikecam oleh berbagai pihak, termasuk Human Right Watch.

Dari ranah hukum, pada September lalu, dua perempuan yang dituding melakukan hubungan seksual sesama jenis dihukum cambuk di hadapan lebih dari 100 orang di Malaysia.

Namun, Mahathir menganggap hukuman cambuk tersebut tak sesuai dengan nilai-nilai agama Islam. (cin/has)