Puluhan Pelajar Diculik di Kamerun Dibebaskan

CNN Indonesia | Rabu, 07/11/2018 18:28 WIB
Puluhan Pelajar Diculik di Kamerun Dibebaskan Ilustrasi Penculikan Anak. (Unsplash/Pixabay)
Jakarta, CNN Indonesia -- Sebanyak 79 pelajar dan sopir di Kamerun yang diduga diculik oleh kelompok separatis Anglophone dibebaskan. Namun, penculik masih menawan seorang guru dan kepala sekolah.

"Puji Tuhan, 79 pelajar dan sopir telah dibebaskan. Kepala sekolah dan seorang guru masih ditawan. Mari kita tetap berdoa," kata perwakilan Gereja Presbyterian Kamerun, Samuel Fonki, seperti dilansir Reuters, Rabu (7/11).

Fonki menyatakan seorang anak yang diculik berhasil kabur terlebih dulu. Mereka diculik pada Senin lalu di daerah Bamenda. Proses perundingan hingga saat ini masih berjalan.
Hanya saja Fonki tidak merinci bagaimana para pelajar itu dibebaskan. Apakah mereka membuat perjanjian khusus atau membayar tebusan. Sebab pada kasus sebelumnya, yakni penculikan 11 pelajar pada 31 Oktober lalu baru berakhir ketika pihak sekolah membayar tebusan sebesar $4,400.


Saat ini kelompok separatis Anglophone menolak tuduhan mereka adalah pelaku penculikan. Mereka selama ini melakukan blokade dan menutup sejumlah sekolah sebagai bentuk protes atas pemerintah yang memaksakan bahasa Prancis, dan meminggirkan para penutur bahasa Inggris yang merupakan kelompok minoritas di Kamerun.
Gerakan separatis semakin gencar dan berubah menjadi aksi kekerasan sejak tahun lalu, karena sikap pemerintah yang represif terhadap aksi unjuk rasa warga berbahasa Inggris yang menolak diskriminasi. Perbedaan bahasa itu membuat kesenjangan di dalam masyarakat Kamerun karena bekas koloni Jerman itu menjadi rebutan Prancis dan Inggris pada Perang Dunia I. (ayp/ayp)