Satu Lagi Warga Palestina Tewas Ditembak Tentara Israel

CNN Indonesia | Jumat, 09/11/2018 11:11 WIB
Satu Lagi Warga Palestina Tewas Ditembak Tentara Israel Ilustrasi bentrokan di Jalur Gaza. (Reuters/Ibraheem Abu Mustafa)
Jakarta, CNN Indonesia -- Seorang warga Palestina dilaporkan tewas ditembak tentara Israel saat bentrokan terjadi di perbatasan Gaza pada Kamis (8/11).

Juru bicara Kementerian Kesehatan Palestina mengidentifikasi warga tersebut bernama Mohammed Abu Sharbeen berusia 20 tahun. Dia diketahui berasal dari selatan Kota Rafah, Gaza.

Militer Israel mengatakan pihaknya melepaskan sejumlah tembakan setelah "sejumlah tersangka terlihat mendekati pagar keamanan Israel di perbatasan selatan Gaza dan berusaha menyabotase area itu."
Kematian Sharbeen terjadi sehari setelah seorang warga Palestina juga tewas akibat luka tembak yang dideritanya sejak sebulan lalu.


Dikutip AFP, Ahmad al-Najar ditembak militer Israel saat mengikuti demonstrasi di perbatasan Israel-Palestina di Gaza, tepatnya timur Khan Yunis, sekitar awal Oktober lalu.

Kementerian Kesehatan Palestina menyatakan saat itu Najar langsung dibawa ke rumah sakit di Tepi Barat untuk mendapatkan perawatan. Namun, pada akhirnya nyawanya tidak bisa tertolong.
Kematian Sharbeen dan Najar menambah panjang daftar warga Palestina yang tewas di tangan militer Israel.

Setidaknya 220 warga Palestina tewas sejak demonstrasi besar-besaran rutin berlangsung di Gaza pada 30 Maret lalu.

Dalam demonstrasi rutin itu, warga Palestina menuntut kembali ke tanah mereka yang sampai saat ini masih diduduki Israel.
Sementara itu, seorang personel militer Israel tewas dalam periode yang sama.

Kekerasan di Gaza telah menyedot perhatian komunitas internasional, terutama terhadap dugaan pelanggaran hak asasi manusia yang dilakukan militer Israel.

Israel menegaskan kekerasan personelnya di perbatasan diperlukan guna mempertahankan perbatasan dan menghentikan "infiltrasi serta serangan musuh."

Musuh dalam pernyataan itu merujuk pada Hamas, salah satu fraksi besar di Palestina. Israel selama ini menganggap Hamas sebagai organisasi teroris. (rds/has)