Mobil Seruduk Kerumunan Anak-Anak di China, 5 Tewas

CNN Indonesia | Kamis, 22/11/2018 18:23 WIB
Mobil Seruduk Kerumunan Anak-Anak di China, 5 Tewas Ilustrasi kecelakaan. (Istockphoto/razerbird)
Jakarta, CNN Indonesia -- Sebuah mobil menabrak sekelompok anak-anak yang tengah menyeberang jalan di depan sebuah sekolah dasar di Huludao, Provinsi timur laut China pada Kamis (22/11).

Insiden itu terjadi pada siang hari waktu setempat dan menewaskan lima orang dan melukai 18 lainnya.

Media pemerintah, CCTV, melaporkan polisi tengah memeriksa sang sopir dan menyelidiki penyebab kecelakaan itu terjadi.


Sejumlah video yang tidak terverifikasi dan beredar di media sosial menunjukkan mobil berbelok ke sisi jalan yang salah dan menerobos barisan anak-anak. Sejumlah anak terlihat terpental dan jatuh ke seberang jalan.
Sementara itu, dikutip AFP, video lainnya menunjukkan setidaknya dua anak kecil terbaring tak sadarkan diri dan berlumuran darah di tengah jalan.

CCTV melaporkan para korban telah dilarikan ke rumah sakit dan menjalani perawatan medis.

Kecelakaan mobil terbilang sering terjadi di China, di mana pemerintah terus berusaha memperbaiki sistem transportasi dan aturan lalu lintas demi meningkatkan keselamatan.

Awal bulan ini, setidaknya 13 orang tewas setelah sebuah bus jatuh dari jembatan di Provinsi Chongqing. Insiden itu terjadi akibat sang sopir terlibat perkelahian dengan seorang penumpang, dan mengakibatkan dia kehilangan konsentrasi dan kendali.
Pada September lalu, 11 orang tewas ketika sebuah mobl menabrak kerumunan di sebuah lapangan umum di pusat Kota Hengdong, Provinsi Hunan.

Polisi menahan sang supir truk yang berusia sekitar 40 tahunan. Polisi menyebut pelaku mengulangi keselahannya karena balas dendam.

Sementara itu pada Februari lalu, sebuah minibus yang penuh dengan tangki gas dan botol-botol berisi bensin terbakar setelah menabrak belasan pejalan kaki di Shanghai. Insiden itu melukai setidaknya 18 orang.

Otoritas menyimpulkan bahwa peristiwa itu adalah murni kecelakaan lalu lintas.

Sementara itu, pada 2013 lalu dua turis tewas setelah sebuah mobil menabrak sejumlah orang di lapangan Tiananmen di Ibu Kota Beijing sebelum kendaraan itu terbakar.
Beijing menuding kejadian itu dilakukan oleh ekstremis dari wilayah Otonomi Xinjiang yang dominan dihuni etnis Uighur muslim. (rds/ayp)