Penembakan di Konsulat China di Pakistan, Dua Orang Tewas

CNN Indonesia | Jumat, 23/11/2018 15:01 WIB
Penembakan di Konsulat China di Pakistan, Dua Orang Tewas Ilustrasi. (Skitterphoto/Pixabay)
Jakarta, CNN Indonesia -- Sekelompok pria bersenjata menerobos masuk dan melakukan penembakan di depan gedung konsulat China di Karachi, Pakistan, hingga menewaskan dua personel kepolisian, Jumat (23/11).

Petugas kepolisian lokal, Javaid Alam Odho, mengatakan empat orang tak dikenal berupaya memasuki gedung diplomatik itu, tapi berhasil dicegat oleh aparat keamanan di pos pemeriksaan.

"Akibatnya baku tembak terjadi dan menewaskan dua polisi dan melukai sejumlah lainnya," ucap Odho kepada AFP.
Odho menuturkan salah satu penyerang menggunakan rompi berbahan peledak, tapi tidak sempat meledak.


Dia mengatakan aparat keamanan telah dikerahkan ke lokasi kejadian untuk melakukan operasi pengamanan dan penyelidikan.

Sementara itu, Menteri Luar Negeri Pakistan, Shah Mehmood Qureshi, mengatakan bahwa "seluruh teroris telah diamankan."
Sejumlah gambar yang beredar di media sosial menunjukkan kabut asap menutupi lokasi kejadian. Salah satu kelompok separatis Pakistan, Balochistan Liberation Army (BLA), mengklaim serangan tersebut.

"Kami yang melakukan serangan ini dan aksi kami akan terus berlanjut," ucap juru bicara BLA, Geand Baloch, kepada AFP dari lokasi yang dirahasiakan.

Baloch menganggap China dan pasukan bersenjata Pakistan sebagai "penindas" yang berupaya menghancurkan "masa depan Balochistan."
BLA merupakan satu dari sejumlah kelompok militan yang beroperasi di Balochistan, salah satu provinsi kaya sumber daya alam, tetapi paling miskin di negara Asia Selatan itu.

Provinsi itu dikenal bergejolak lantaran banyak kelompok pemberontakan etnis, sektarian, dan separatis. Sebagian besar penduduk Balochistan merasa tidak pernah mendapat hasil yang adil dari pengolahan sumber daya alam di provinsi itu.

Sementara itu, China merupakan salah satu sekutu terdekat Pakistan. Beijing telah merogoh kocek miliaran dolar untuk membantu pembangunan ekonomi dan infrastruktur tetangganya di barat daya ini. (rds/has)