Pertama dalam 20 Tahun, Populasi di Beijing Turun

CNN Indonesia | Sabtu, 24/11/2018 05:25 WIB
Pertama dalam 20 Tahun, Populasi di Beijing Turun Ilustrasi. (Reuters/Stringer)
Jakarta, CNN Indonesia -- Untuk pertama kalinya dalam 20 tahun, ibu kota China, Beijing, mengalami penurunan populasi penduduk.

Menurut data resmi yang diperoleh Xinhua, jumlah penduduk pada 2017 berkurang sebanyak 22 ribu dari jumlah sebelumnya menjadi 21.707 orang.

Sementara itu, jumlah populasi di enam wilayah perkotaan itu turun 3 persen dari 2016 hingga 2017.
Diberitakan Reuters, penurunan ini dianggap sebagai keberhasilan upaya pemerintah Beijing untuk menahan pertumbuhan demi mengurangi kemacetan, kekurangan sumber daya, dan inflasi harga rumah.


Sebelumnya, populasi penduduk di Beijing meningkat dua pertiga persen sejak 1998, menyebabkan konsumsi energi meningkat dua kali lipat dan jumlah kendaraan bertambah tiga kali lipat.

Pemerintah Kota Beijing sendiri sudah berupaya memindahkan sejumlah universitas, kantor pemerintahan, dan perusahaan industri ke Hebei dan Tianjin.
Mereka juga berupaya membangun zona pembangunan baru di Xiangon, Hebei, agar fungsi "non-ibukota" Beijing dapat berpindah.

Pemerintah China bahkan sudah menaruh investasi besar di proyek transportasi antar-kota tersebut untuk memudahkan para pekerja.

Sementara itu, berbagai kota besar di China seperti Beijing dan Shanghai juga terus berupaya menekan pertumbuhan penduduk.
Namun, selain di kota-kota besar, daerah lain di China justru berupaya untuk meningkatkan angka kelahiran yang sudah turun sejak 2017 dan diperkirakan bakal lebih parah.

Berdasarkan data kelompok penelitian China Association of Social Security, populasi penduduk lanjut usia di China diperkirakan akan mencapai 400 juta orang pada 2035.

Jumlah ini meningkat sekitar 240 juta dari tahun ini dan membuat pemerintah harus lebih memperhatikan layanan kesehatan serta dana pensiun. (cin/has)