Meksiko Deportasi Sebagian Imigran Honduras

CNN Indonesia | Selasa, 27/11/2018 05:49 WIB
Meksiko Deportasi Sebagian Imigran Honduras Ilustrasi imigran di perbatasan Amerika Serikat-Meksiko (REUTERS/Jorge Duenes)
Jakarta, CNN Indonesia -- Meksiko mendeportasi sejumlah imigran dari Amerika Tengah yang ditangkap setelah ratusan pendatang merangsek masuk ke Negeri Uwak Sam melalui Kota Tijuana, Meksiko, dan menimbulkan kerusuhan pada Minggu (25/11).

Sekitar 500 imigran itu mengacak-ngacak pagar perbatasan di Meksiko dan berhasil menerobosnya. Namun, kemudian kelompok itu dipaksa mundur lantaran penjaga perbatasan AS menembakkan gas air mata dan peluru karet pada kerumunan. Akibat insiden tersebut, satu orang terluka.

Chief Patrol Agent, Rodney Scott mengatakan bahwa banyak pendatang--utamanya kaum pria--telah berhasil menyeberang perbatasan. Namun, 42 dari mereka ditangkap.



Pejabat imigrasi Meksiko, Gerardo Garcia, mengonfirmasi bahwa sebanyak 98 imigran telah dipulangkan ke negaranya masing-masing.

"98 imigran telah dipulangkan semalam menyusul kerusuhan yang terjadi di perbatasan," ujarnya melansir AFP.

Garcia juga mengatakan bahwa terdapat beberapa sosok kunci yang berada di antara para pendatang, yang berperan untuk mendorong dan memengaruhi imigran untuk menyeberang perbatasan secara ilegal.


Maraknya gelombang pendatang dari Amerika Selatan dan Amerika Tengah ke Amerika Serikat didorong oleh faktor kekerasan dan krisis ekonomi yang membelit mereka. Merespons hal tersebut, Trump bersikap keras dengan mengetatkan penjagaan perbatasan dengan mengirim pasukan serta memasang halang rintang berupa kawat berduri.

"Tidak ada yang datang ke negara kita (AS), kecuali mereka yang datang secara sah," ujar Trump.

Trump, yang selama beberapa pekan ke belakang telah mengutuk para pendatang, kembali mengeluarkan kecamannya. "Meksiko harus bersikap tegas terhadap para imigran. Banyak dari mereka merupakan 'penjahat dingin', kembalikan mereka ke negaranya," ujar dia. (asr)