Hal ini dilakukan karena mereka dianggap telah terpengaruh dengan perdagangan manusia.
RAB mengatakan mereka telah menghentikan enam wanita muda dan empat pria di salah satu stasiun pengawas di pantai Shah Porir Dwip, pada Kamis malam. Mereka ditangkap sebelum menaiki perahu yang akan berjalan mengiringi danau Naf, pemisah antara Bangladesh dan Myanmar.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Beberapa tahun terakhir para penyelundup manusia telah berhasil membawa puluhan ribu pengungsi Rohingya ke Malaysia. Bangladesh mulai melancarkan operasi pada 2015, setelah pemerintah Thailand menemukan kuburan massal dan banyak perahu kecil terombang-ambing di laut.
Bangladesh bagian tenggara merupakan rumah bagi sekitar satu juta penduduk Rohingya. Sebagian dari mereka datang sejak melarikan diri dari Myanmar tahun lalu akibat agresi militer, dan saat ini mereka bertempat tinggal di kemah-kemah yang besar.
"Seharusnya masing-masing dari mereka mengeluarkan biaya lagi 200 ribu taka (sekitar Rp34,1 juta) begitu kapal melewati perairan Thailand," ujar dia.
RAB mengatakan dua dari mereka yang ditangkap berasal dari Myanmar yang datang ke Bangladesh pada 2000 sampai 2001. Sedangkan sisanya merupakan bagian dari eksodus sekitar 720 ribu orang pada tahun yang lalu.
Pada awal bulan ini penjaga pantai Bangladesh menemukan perahu di teluk Bengal yang membawa 33 orang Rohingya ke Malaysia. Perairan dikatakan sedang tenang pada November dan Maret. Pada waktu itu bahkan kapal kecil bisa berjalan jauh via teluk Bengal dan laut Andaman. (jef/fea)