Saudi Menolak Resolusi Senat AS Setop Dukungan Perang Yaman

CNN Indonesia | Senin, 17/12/2018 12:36 WIB
Saudi Menolak Resolusi Senat AS Setop Dukungan Perang Yaman Ilustrasi Putra Mahkota Kerajaan Arab Saudi Mohammed bin Salman. (Reuters/Bandar Algaloud/Courtesy of Saudi Royal Court)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pemerintah Kerajaan Arab Saudi menolak resolusi Senat Amerika Serikat yang setuju untuk mengakhiri dukungan militer AS dalam perang Yaman. Penolakan tersebut dinyatakan melalui pernyataan dari Kementerian Luar Negeri Saudi pada Senin (17/12) pagi.

"Kerajaan Arab Saudi menolak posisi yang baru-baru ini diungkapkan oleh Senat Amerika Serikat, yang didasarkan pada klaim dan tuduhan yang tidak terbukti kebenarannya, dan telah mengurusi urusan internal Kerajaan serta melemahkan peran regional dan internasional kerajaan," tulis pernyataan tersebut, seperti dikutip dari Reuters.

Resolusi Senat AS itu ditujukan kepada Presiden Donald Trump dan Arab Saudi, pada Jumat pekan lalu.
Keputusan itu diambil setelah anggota Partai Demokrat bersama Partai Republik mengadakan pemungutan suara, dengan hasil 60-37.


Keputusan untuk menghentikan dukungan militer dilakukan sebagai sikap tegas AS atas pembunuhan Jamal Khashoggi, jurnalis yang dikabarkan tewas di Konsulat Arab Saudi di Istanbul, Turki. Dia diduga kuat dihabisi atas perintah Putera Mahkota Saudi, Mohammed bin Salman.

Meski begitu, Saudi menentang tudingan tersebut dan berkeras akan menyelesaikan kasus tersebut melalui jalur hukum.
"Kerajaan sebelumnya telah menegaskan bahwa pembunuhan warga negara Saudi, Jamal Khashoggi adalah kejahatan yang sangat buruk dan tidak mencerminkan kebijakan kerajaan dan institusi-institusinya. Kami menegaskan kembali penolakan terhadap segala upaya penyelesaian kasus ini di luar jalur keadilan Kerajaan," demikian bunyi pernyataan pemerintah Saudi.

Saudi juga menambahkan mereka berharap resolusi tersebut tak lagi diperdebatkan AS. Saudi menegaskan sikap AS dipandang bisa berdampak negatif terhadap hubungan kedua negara.
[Gambas:Video CNN] (fey/ayp)