Saudi Tolak Permintaan Ekstradisi Pembunuh Khashoggi ke Turki

CNN Indonesia | Senin, 10/12/2018 11:19 WIB
Saudi Tolak Permintaan Ekstradisi Pembunuh Khashoggi ke Turki Menteri Luar Negeri Arab Saudi, Adel Al-Jubeir, mengatakan bahwa negaranya tidak bisa mengekstradisi warga negaranya sendiri ke Turki. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia -- Arab Saudi menolak permintaan Presiden Recep Tayyip Erdogan untuk mengekstradisi pelaku pembunuhan Jamal Khashoggi ke Turki.

"Kami tidak mengekstradisi dan menyerahkan warga kami (ke negara lain)," ucap Menteri Luar Negeri Saudi, Adel al-Jubeir, dalam jumpa pers di Riyadh seusai KTT Negara Teluk, pada Minggu (9/12).

Erdogan berulang kali meminta Saudi menyerahkan para pelaku yang diduga terlibat pembunuhan Khashoggi ke Turki. Namun, menurut Adel, pihak Turki kerap membocorkan informasi terkait penyelidikan Khashoggi ke media, tak seperti yang mereka harapkan.


"Kami telah meminta teman-teman kami di Turki untuk memberikan bukti yang dapat kami gunakan mengadili (para pelaku). Kami belum menerimanya dengan cara yang seharusnya," katanya.
Sebelumnya, pengadilan Turki juga telah mengeluarkan surat penahanan terhadap dua sekutu Putra Mahkota Saudi, Pangeran Mohammed bin Salman (MbS), yang diduga terlibat pembunuhan wartawan pengkritik Raja Salman itu di Istanbul pada 2 Oktober lalu.

Dikutip AFP, kedua orang itu adalah Wakil Kepala Badan Intelijen Saudi, Ahmad al-Assiri, dan mantan penasihat pengadilan Saudi sekaligus tangan kanan MbS, Saud al-Qahtani. Surat penangkapan itu dikeluarkan atas permintaan kepala jaksa Istanbul.

Assiri sering terlihat hadir mendampingi MbS dalam acara-acara kenegaraan hingga rapat tertutup, sementara Qahtani disebut merupakan penasihat utama sang penerus takhta kerajaan Saudi.
Keduanya dipecat dari masing-masing jabatan pada 20 Oktober lalu karena keterlibatan mereka dalam pembunuhan.

Otoritas Turki menganggap Khashoggi dibunuh oleh sebuah tim khusus yang terdiri dari 15 orang termasuk Qahtani dan Assiri. Belasan orang itu sengaja dikirim Saudi untuk melaksanakan eksekusi.

Erdogan bahkan mengatakan perintah pembunuhan Khashoggi berasal dari "pejabat tingkat tertinggi" Saudi.

[Gambas:Video CNN]

Berdasarkan laporan yang bocor ke media, Badan Intelijen Pusat Amerika Serikat (CIA) juga menyimpulkan bahwa MbS lah yang memerintahkan pembunuhan Khashoggi.

Meski sempat membantah, Saudi akhirnya mengakui bahwa Khashoggi tewas di dalam konsulatnya di Istanbul. Namun, Riyadh tetap berkeras bahwa negaranya tak terlibat dalam kasus ini.

Riyadh mengklaim operasi itu dilakukan sejumlah pejabat intelijen di luar kewenangan mereka. Negara kerajaan itu sejauh ini telah menahan 21 tersangka. (rds/has)