Tak Sepakat Anggaran Tembok Meksiko, Pemerintahan AS Ditutup

CNN Indonesia | Sabtu, 22/12/2018 09:32 WIB
Tak Sepakat Anggaran Tembok Meksiko, Pemerintahan AS Ditutup Donald Trump (Reuters)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pemerintahan Amerika Serikat di bawah kepemimpinan Presiden Donald Trump ditutup sementara menyusul kegagalan Kongres meloloskan ajuan anggaran tembok perbatasan AS-Meksiko.

Hal ini terjadi karena Kongres AS tak kunjung menyepakati anggaran US$5,7 miliar atau sekitar Rp82,5 triliun hingga tenggat waktu Jumat (21/12) malam waktu Amerika Serikat.

"Tak ada kesepakatan," ujar Anggota Kongres Mark Meadows usai pertemuan di Capitol Hill, Washington DC, seperti dikutip AFP, Sabtu (22/12).



Pembicaraan masih mandek lantaran Partai Demokrat bersikukuh menolak ide Trump. Kongres hanya menyetujui anggaran US$1,6 miliar atau sekitar Rp23,3 triliun. Namun pendukung Trump di Kongres menolak keras angka tersebut.

Mandeknya pencairan anggaran ini akan berbuntut pada tidak akan cairnya dana operasional untuk sejumlah lembaga pemerintah di bidang penegakan hukum, keamanan bandara, eksplorasi luar angkasa, dan peternakan. 

Dengan begitu, Pemerintahan Trump bakal ditutup hingga batas waktu yang tak ditentukan. Ratusan ribu pegawai federal akan 'dipaksa' bekerja tanpa dibayar menjelang liburan Natal.

Senator John Cornyn menyebut saat ini para pemimpin Kongres dari Republik dan Demokrat sedang melakukan negosiasi di balik layar. Para pimpinan Kongres dikabarkan sedang melobi Wakil Presiden Mike Pence, menantu Trump, Jared Kushner, dan kepala staf Mick Mulvaney.

"Satu fokus diskusi adalah dana keamanan perbatasan senilai $1,6 miliar yang merupakan bagian dari undang-undang Senat yang tertunda," kata Cornyn kepada AFP.

Sementara Trump sempat menyindir Demokrat yang selalu menolak idenya untuk membangun tembok tersebut.


"Inilah beberapa dari banyak dokumen yang harus saya tanda tangani di Oval Office sekarang. Saya membatalkan perjalanan menggunakan Air Force One ke Florida sembari memantau apakah Demokrat bakal membantu kita melindungi perbatasan Selatan Amerika," kata Trump via akun Twitter @realDonaldTrump.

Trump sendiri dijawalkan pergi ke Florida untuk liburan Natal, namun Gedung Putih mengatakan bahwa dia akan menunda perjalanan tersebut dan tetap berada di Washington sampai ada kesepakatan.

'Rapat' kesepakatan akan kembali dibuka pada Sabtu (22/12) siang hari waktu setempat.

Sebelumnya, Trump mencanangkan pembangunan tembok perbatasan AS-Meksiko sejak kampanye. Ia membutuhkan anggaran US$5,7 miliar atau sekitar Rp82,5 triliun.

Trump memprioritaskan hukum imigrasi keras sebagai fokus pemerintahannya, mulai dari larangan untuk orang-orang dari negara mayoritas Muslim hingga pemisahan anak-anak imigran dari orang tuanya di perbatasan AS-Meksiko.

Bahkan Pemerintahan AS juga sempat tutup selama tiga hari pada Januari dan satu jam pada Februari akibat perseteruan soal tingkat pengeluaran dan imigrasi. (dhf/chs)