Protes Kemiskinan, Jurnalis Tunisia Bakar Diri

CNN Indonesia | Jumat, 28/12/2018 02:20 WIB
Protes Kemiskinan, Jurnalis Tunisia Bakar Diri Seorang jurnalis Tunisia, Abderrazk Zorgui (32) tewas usai aksi bakar diri di Kota Kasserine, pada Senin (24/12) kemarin menuntut perbaikan krisis ekonomi. (mkaragoz/Thinkstock)
Jakarta, CNN Indonesia -- Seorang jurnalis Tunisia, Abderrazk Zorgui (32) tewas usai aksi bakar diri di Kota Kasserine, pada Senin (24/12) kemarin. Perbuatannya memantik aksi unjuk rasa besar-besaran di sejumlah kota, mengulang situasi pada delapan tahun silam.

Seperti dilansir The Guardian, Kamis (27/12), sebelum membakar diri, Zorgui sempat merekam pernyataan terakhirnya. Dia melakukan itu sebagai bentuk protes karena frustasi atas kemiskinan dan krisis ekonomi yang melanda negaranya.

"Untuk anak-anak Kasserine yang tidak memiliki penghidupan, hari ini saya memulai revolusi," kata Zorgui dalam rekaman video itu.



Setelah rekaman itu tersebar, aksi unjuk rasa merebak di sejumlah kota di Tunisia. Antara lain Jbeniana dan Tebourba.

Sejumlah orang ditangkap oleh polisi dalam demonstrasi berujung bentrokan itu.

Aksi bakar diri Zorgui kembali mengingatkan pada 2010 lalu. Ketika itu, seorang pedagang bernama Mohammed Bouazizi tewas setelah melakukan hal serupa.

Dia protes atas kekerasan polisi dan sikap represif pemerintah saat menghadapi unjuk rasa menuntut perbaikan ekonomi dan demokratisasi. Aksi Bouazizi juga terjadi di Kasserine. Di kota itulah titik mula aksi besar yang kemudian menyebar ke daerah lainnya berhasil menggulingkan pemerintahan mantan presiden diktator Zine al-Abidine Ben Ali.

Revolusi Tunisia itu yang menjadi titik fenomena Kebangkitan Arab (Arab Spring) yang menyebar ke sejumlah negara Afrika Utara dan Timur Tengah.


Delapan tahun berselang, proses transisi demokrasi di Tunisia masih berjalan. Namun, yang lebih mendesak adalah perbaikan ekonomi yang tak kunjung terlihat.

Kini, para politikus Tunisia justru sedang berebut kekuasaan menjelang pemilihan presiden pada 2019. Serikat jurnalis setempat mengumumkan mogok kerja pada 14 Januari mendatang untuk memperingati delapan tahun revolusi.


Masalah kesehatan mental jangan dianggap enteng. Jika Anda pernah memikirkan atau merasakan tendensi bunuh diri, mengalami krisis emosional, atau mengenal orang-orang dalam kondisi itu, Anda disarankan menghubungi pihak yang bisa membantu, misalnya saja Komunitas Save Yourselves https://www.instagram.com/saveyourselves.id, Yayasan Sehat Mental Indonesia melalui akun Line @konseling.online, atau Tim Pijar Psikologi https://pijarpsikologi.org/konsulgratis. (ayp)