Pria Tertua di AS Meninggal dalam Usia 112 Tahun

Rizky Sekar Afrisia, CNN Indonesia | Sabtu, 29/12/2018 07:16 WIB
Pria Tertua di AS Meninggal dalam Usia 112 Tahun Richard Overton, pria tertua di AS meninggal dalam usia 112 tahun. (REUTERS/Kevin Lamarque)
Jakarta, CNN Indonesia -- Richard Overton, pria tertua di Amerika Serikat meninggal pada Kamis (27/12) sore. Ia bukan hanya pria tertua di AS, tetapi juga veteran Perang Dunia II yang masih tersisa.

Richard meninggal dalam usia 112 tahun.

Kabar duka itu telah dikonfirmasi CNN melalui salah satu anggota keluarga Overton, Shirley. Menurutnya, Richard belakangan memang dirawat di rumah sakit karena pneumonia.



Ia akan berusia 113 tahun pada 11 Mei tahun depan, namun usianya tak sepanjang itu.

Sang pejuang perang mengawali kariernya di militer AS pada 1942. Ia menjadi saksi soal kejadian di Pearl Harbor. Mantan Presiden AS Barack Obama bahkan tahu ceritanya.

"Dia di Okinawa. Dia juga di Iwo Jima, di mana dia berkata, 'Saya bisa keluar dari sana hanya karena berkah Tuhan,'" ujar Obama saat membuka Veterans Day pada 2013.


Namun Richard sendiri sudah ingin melupakan kenangan masa perangnya. Ia mengaku tak suka bicara soal itu. "Saya sudah lupa hal-hal itu," katanya kepada CNN.

Saking tenarnya Richard, ia sampai dijadikan nama jalan Richard Overton Avenue di Texas.

Gubernur Texas Greg Abbott menyebut Richard adalah "ikon Amerika sekaligus legenda Texas."

"Dengan kejenakaan dan jiwanya yang baik dia menyentuh hidup begitu banyak orang, dan saya merasa sangat terhormat pernah mengenalnya. Richard Overton membuat kita bangga menjadi orang Texas dan bangga menjadi warga Amerika," tuturnya, dikutip dari CNN.
Richard punya film sendiri. Ia menjadi subjek dalam dokumenter pendek berjudul Mr. Overton yang dibuat pada 2015 oleh sineas asal Texas, Rocky Conly dan Matt Cooper.

Dalam film itu ia mengatakan dirinya tak punya resep khusus untuk berumur panjang. Ia bahkan tak mengonsumsi obat. Richard hanya perlu menikmati hidupnya.

Selain makan sup, jagung dan ikan serta minum susu, ia juga suka es krim.

"Saya makan es krim setiap malam. Itu membuat saya senang," katanya enteng.


Ia bahkan masih minum sesukanya. "Saya minum whiskey yang saya campurkan ke dalam kopi. Sesekali saya minum begitu saya. Saya mengisap cerutu, mengepulkan asap. Saya tidak menelannya," begitu Richard mengatakan saat usianya masih 107 tahun.

Menurutnya, dikaruniai usia panjang adalah anugerah dari Tuhan. Ia merasa sehat tiap hari.

"Saya masih berjalan. Saya masih bicara. Saya masih berkendara," ia bangga. (rsa)