Bentrokan Warnai Pemilu Bangladesh, Empat Orang Tewas

CNN Indonesia | Minggu, 30/12/2018 18:37 WIB
Bentrokan Warnai Pemilu Bangladesh, Empat Orang Tewas Polisi Bangladesh membubarkan massa. Ilustrasi. (REUTERS/Mohammad Ponir Hossain)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pemilihan Umum di Bangladesh diwarnai bentrok antara pendukung partai berkuasa dan oposisi, Minggu (30/12). Empat orang tewas dan belasan orang lainnya luka-luka karena kericuhan itu. Kepolisian menyebut salah satu korban diserang oleh kelompok pembawa parang.

Bentrok yang terjadi di wilayah tenggara Bangladesh itu terjadi antara pendukung Awami League yang merupakan partai Perdana Menteri petahana, Sheikh Hashina Wazed dengan oposisi dari Partai Nasional Bangladesh (BNP).

Dugaan kecurangan dengan manipulasi suara juga dilaporkan di beberapa wilayah di Bangladesh. Dikabarkan, tiga kandidat yang menentang Awami League menarik diri dari Pemilu di Khulna, kota terbesar ketiga di Bangladesh.
Seorang pemilih bernama Rasel (34) mengungkapkan bahwa dia melihat polisi dan beberapa partisan dari Awami League melarang orang untuk memasuki salah satu tempat pemungutan suara.


"Mereka mengatakan kepada saya bahwa 'pemilihan berlangsung baik, Anda tidak perlu masuk ke dalam'. Jika Anda mencoba masuk, Anda akan mendapat masalah," kata Rasel kepada Reuters.

Awami League membantah semua tudingan itu.  "Oposisi meningkatkan tuduhan yang keliru," kata salah satu anggota Awami League Sajeeb Wazed di Twitter.

Berdasarkan laporan Reuters, Pemilu di negara berpenduduk 165 juta orang itu juga terlihat sepi pemilih. Meski belum ada data resmi, terlihat hanya sedikit orang yang datang ke tempat pemungutan suara untuk memilih Perdana Menteri.

Sementara Perdana Menteri Petahana Sheikh Hashina Wazed yakin akan kembali terpilih dan memimpin Bangladesh untuk keempat kalinya.

"Saya percaya bahwa orang-orang akan memberikan suara mereka mendukung Awami League untuk melanjutkan pembangunan. 'Kapal' ini pasti akan menang, saya percaya pada demokrasi dan saya percaya pada orang-orang di negara saya," kata Hashina kepada wartawan di Dhaka.

Hashina belakangan mendapat pujian dari komunitas internasional lantaran mau menerima pengungsi muslim Rohingya dari tindakan militer di Myanmar. Namun, pemerintahan Hashina dituduh menekan para pembangkang.

Di sisi lain, pemimpin oposisi Mirza Fakhrul Islam mengatakan dia akan memenangkan Pemilu jika berlangsung bebas dan adil.
(ugo/ugo)