Duterte Mengaku Pernah Berbuat Cabul Terhadap Pembantu

CNN Indonesia | Senin, 31/12/2018 09:45 WIB
Duterte Mengaku Pernah Berbuat Cabul Terhadap Pembantu Presiden Filipina, Rodrigo Duterte mengklaim pernah berbuat cabul dengan memegang tubuh pembantu perempuan ketika remaja. (REUTERS/Erik De Castro)
Jakarta, CNN Indonesia -- Presiden Filipina, Rodrigo Duterte kembali membuat keriuhan atas pernyataannya yang mengklaim pernah meraba-raba tubuh seorang pesuruh perempuan ketika remaja. Ucapannya itu membuat kalangan pegiat perempuan setempat meradang dan menuduhnya melakukan percobaan pelecehan seksual.

"Saya angkat selimutnya. Kemudian saya mencoba menyentuh bagian tubuh di balik celana dalam. Saya benar-benar memegangnya. Dia (pesuruh) bangun dan saya pergi dari kamarnya," kata Duterte dalam pidatonya pada Minggu (30/12) pekan lalu, seperti dilansir AFP pada Senin (31/12).
Duterte lantas dia menceritakan perbuatannya kepada pesuruh itu dalam pengakuan dosa kepada seorang pendeta di gereja. Bahkan dia menyatakan sempat mencoba kembali melecehkan sang pesuruh itu.

Hal itu membuat kalangan pegiat perempuan murka. Petinggi Partai Gabriela, Joms Salvador mengecam pernyataan Duterte dan menuduhnya hendak memperkosa.


"Pemerkosaan bukan cuma terjadi jika ada penetrasi antara alat kelamin. Jika pelaku menggunakan bagian tubuh lain seperti jari maka itu juga termasuk pemerkosaan," kata Salvador.
Menurut pegiat anti perdagangan orang Jean Enriquez, komentar Duterte membahayakan para perempuan pekerja rumah tangga. Sebab dia seolah mencontohkan kepada masyarakat pelecehan itu lazim. Padahal, Filipina adalah salah satu negara pengirim tenaga kerja yang rata-rata bekerja sebagai pembantu rumah tangga.

"Berkelakar soal praktik pelecehan sama saja menganjurkan pemerkosaan, dan dalam hal ini obyeknya adalah pembantu rumah tangga," kata Enriquez.

Juru bicara kepresidenan Filipina belum memberikan komentar soal kecaman itu.

Bukan kali ini saja komentar Duterte dianggap melecehkan dan merendahkan perempuan. Dua tahun lalu, ketika sedang berkampanye dalam pemilihan presiden dia mengatakan berhasrat memperkosa seorang misionaris perempuan asal Australia yang meninggal dalam kerusuhan di penjara setempat.
Duterte juga pernah bergurau pernah menggunakan ganja. Padahal, perang narkoba yang dilancarkannya hingga saat ini sudah merenggut ribuan nyawa penduduk dan membuat polisi seolah menjadi kebal hukum. (ayp/ayp)