Polantas Jepang Bunuh Diri Usai Insiden Tabrak Pejalan Kaki

CNN Indonesia | Senin, 07/01/2019 17:43 WIB
Polantas Jepang Bunuh Diri Usai Insiden Tabrak Pejalan Kaki Ilustrasi bunuh diri. (Istockphoto/aradaphotography)
Jakarta, CNN Indonesia -- Seorang anggota kepolisian lalu lintas Jepang dikabarkan bunuh diri, sehari setelah kejadian sebuah mobil menabrak kerumunan pejalan kaki terjadi di Ibu Kota Tokyo, pada malam pergantian tahun. Insiden yang menyebabkan sembilan orang terluka itu terjadi di Harajuku, salah satu tempat tersohor bagi muda-mudi di Negeri Sakura.

Kecelakaan bermula ketika mobil yang dikemudikan seorang lelaki Kazuhiro Kusakabe (21) menerjang pejalan kaki. Salah satu korban mengalami luka sangat serius akibat kecelakaan tersebut.

Sehari setelah kecelakaan itu terjadi, seorang polisi lalu lintas ditemukan tewas di lantai dasar kantor polisi Harajuku. Media lokal, NHK, melaporkan polisi berusia 36 tahun itu bertugas mengawasi lalu lintas di wilayah Harajuku, termasuk di lokasi kecelakaan.
"Petugas polisi itu mengalami pendaraan di kepalanya. Dia memegang sebuah pistol di tangan kanannya. Satu peluru telah ditembakkan dari pistol tersebut," ucap seorang juru bicara kepolisian Tokyo kepada AFP pada Senin (7/1).


"Kami sedang menyelidiki kenapa peristiwa (bunuh diri) ini terjadi."

Selain itu, media lokal menyebut sang polisi kerap menerima kekerasaan dalam pekerjaan. Dia juga dikabarkan meninggalkan surat berisikan pesan terakhir sebelum mengakhiri hidupnya.

Hanya saja media tersebut tak menjelaskan apa isi dari surat terakhir sang polisi itu. Sementara itu, Kusakabe dilaporkan masih ditahan dan dijerat dengan sangkaan percobaan pembunuhan.

Dia diduga mengendari kendaraan dari barat kota Osaka sebelum menghantam pejalan kaki di Harajuku.

Kusakabe disebut mengatakan kepada polisi bahwa dia melakukan aksinya itu secara sengaja sebagai pembalasan atas hukuman mati.
Meski begitu, hingga kini motif penabrakan tersebut belum juga jelas.

Masalah kesehatan mental jangan dianggap enteng. Jika Anda pernah memikirkan atau merasakan tendensi bunuh diri, mengalami krisis emosional, atau mengenal orang-orang dalam kondisi itu, Anda disarankan menghubungi pihak yang bisa membantu, misalnya saja Komunitas Save Yourselves https://www.instagram.com/saveyourselves.id, Yayasan Sehat Mental Indonesia melalui akun Line @konseling.online, atau Tim Pijar Psikologi https://pijarpsikologi.org/konsulgratis.

[Gambas:Video CNN]
(rds/ayp)