Jepang Tuding Kapal Perang Korsel Bidik Pesawatnya

CNN Indonesia | Sabtu, 29/12/2018 04:47 WIB
Jepang Tuding Kapal Perang Korsel Bidik Pesawatnya Jepang mengklaim kapal perang Korea Selatan mengunci radar pesawat angkatan lautnya ketika berpatroli pekan lalu. Korsel menilai cuma salah paham. (Reuters/Artho Viando)
Jakarta, CNN Indonesia -- Jepang merilis video yang memperlihatkan kapal perang Korea Selatan mengunci salah satu pesawat angkatan lautnya dengan radar. Menurut mereka peristiwa itu terjadi di Laut Jepang atau Laut Timur pada pekan lalu.

Tokyo memaparkan video berdurasi 13 menit itu berisikan sejumlah gambar yang menunjukkan pesawat patroli lautnya menjadi target kapal penghancur Korsel.

Rekaman gambar tersebut dirilis oleh Kementerian Pertahanan Jepang pada situs resminya pada Jumat (28/12).
Tudingan Jepang dibantah keras Korsel. Mereka menyatakan kapal perangnya hanya mencari kapal-kapal nelayan Korea Utara.


Seoul juga turut mengecam langkah Jepang yang merilis video tersebut.

"Kami mengungkapkan keprihatinan mendalam dan penyesalan atas video yang dirilis secara unilateral (oleh Jepang)," bunyi pernyataan Kementerian Pertahanan Korsel pada Jumat (28/12), seperti dikutip AFP.

"Seperti yang telah dikatakan sebelumnya, kapal penghancur Gwanggaeto tengah melakukan operasi penyelamatan biasa dan faktanya kapal tersebut tidak menggunakan radar kontrol penembak."

Menyerang balik tudingan Tokyo, Seoul malah menyayangkan pesawat militer Jepang telah terbang rendah, yang dinilai mengancam kapal perangnya yang tengah melakukan misi kemanusiaan.
Korsel menyatakan isi video yang dirilis Kemhan Jepang juga tak membuktikan klaimnya. Sebab rekaman tersebut hanya memperlihatkan gambar kapal perang Korsel dari atas pesawat yang mengelilinginya.

Insiden tersebut dianggap merenggangkan relasi Korsel-Jepang yang sudah cukup tegang. Selama ini, hubungan kedua negara bertetangga itu terganjal masalah sejarah perang dan sengketa wilayah.

Kemhan Korsel menegaskan kedua belah pihak telah berupaya meredakan ketegangan dengan menggelar konferensi melalui video antara pejabat pertahanan dari kedua negara.
Seoul menuturkan pertemuan tersebut bertujuan untuk bertukar pendapat terkait analisis teknis dan fakta mengenai yang sebenarnya terjadi. Di sisi lain juga untuk menyelesaikan kesalahpahaman. (rds/ayp)