Netanyahu Tantang Dikonfrontir Dengan Saksi Soal Korupsi

CNN Indonesia | Selasa, 08/01/2019 19:04 WIB
Netanyahu Tantang Dikonfrontir Dengan Saksi Soal Korupsi Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu. (REUTERS/Carlos Barria)
Jakarta, CNN Indonesia -- Perdana Menteri IsraelBenjamin Netanyahu menantang supaya dikonfrontir oleh aparat penegak hukum dengan para saksi, dalam dugaan sejumlah skandal korupsi. Dia terus menyangkal terlibat rasuah, meski aparat mengklaim mempunyai bukti-bukti.

"Saya menuntut untuk bertemu dengan saksi-saksi yang diajukan negara sekarang. Apa yang mereka takutkan? Apa yang harus mereka sembunyikan?" ucap Netanyahu dalam sebuah wawancaranya di televisi Israel pada Senin (7/1).

"Saya tidak takut dan tidak ada yang saya sembunyikan. Sejauh yang saya ketahui bahwa ini adalah siaran langsung, jadi publik bisa melihat dan mendengarnya sendiri," lanjutnya menambahkan, seperti dilansir AFP, Selasa (8/1).
Dalam kesempatan itu, Netanyahu kembali menegaskan dia tidak bersalah dalam sejumlah kasus dugaan korupsi yang menjeratnya.


Netanyahu menganggap dia adalah korban pembunuhan karakter. Dia mengklaim permintaannya telah ditolak untuk bertemu dengan para saksi atau pelapor.

Netanyahu yang telah menjabat selama empat periode ini mengklaim tim penyidik telah dua kali menolak permintaannya untuk bertemu para saksi secara langsung.

Sejauh ini, media Israel melaporkan setidaknya ada tiga orang kepercayaan Netanyahu yang bersedia memberikan kesaksian dan bukti terkait keterlibatannya dalam skandal korupsi.

Netanyahu diduga terlibat dalam tiga kasus korupsi berbeda. Dalam salah satu kasus, Netanyahu diduga memberikan sejumlah kelonggaran regulasi bagi perusahaan telekomunikasi Israel, Bazeq Telecom, dengan imbalan pemberitaan positif dari perusahaan portal berita Walla.
Selain kasus dengan Bazeq, Netanyahu juga dituduh melobi pemilik surat kabar ternama Israel, Yedioth Ahronoth, terkait permintaan pemberitaan positif.

Kepolisian menuduh Netanyahu menyuap dan menyalahgunakan wewenang terhadap pemilik surat kabar itu, Arnon Mozes.

Kepolisian menyatakan keduanya juga bersekongkol untuk menekan pertumbuhan pesaing Yediot, surat kabar Hayom, melalui regulasi pemerintah dan cara lainnya.

Dikutip Reuters, sejak pemeriksaan dugaan korupsi dibuka pada 2017 lalu, Netanyahu telah diperiksa polisi sebanyak sembilan kali.

Kepolisian juga telah tiga kali merekomendasikan Jaksa Agung untuk menuntut Netanyahu dengan mengklaim telah memiliki bukti kuat kalau orang paling berkuasa di Israel itu terlibat suap, korupsi, dan pelanggaran lainnya.

Meski begitu, hingga kini Netanyahu tak kunjung ditetapkan sebagai tersangka. Jaksa Agung dikabarkan tengah mempertimbangkan apakah akan melanjutkan kasus ini atau tidak.
Keputusan Jaksa Agung itu dikabarkan akan keluar dalam beberapa bulan ke depan.

Menanggapi tantangan Netanyahu, Kementerian Kehakiman Israel mengatakan penyelidikan kasus Netanyahu tengah dijalankan secara mendalam dan profesional. (rds/ayp)