Mengutip AFP, Kepolisian Federal Australia menyatakan membekuk pria itu di rumahnya di wilayah pedesaan negara bagian Victoria pada Rabu (9/1) malam, beberapa jam setelah sejumlah konsulat di Melbourne menerima paket mencurigakan itu.
Mereka menuding pria tersebut telah mengirim 38 paket mencurigakan ke konsulat dan kedutaan besar di Melbourne, Canberra dan Sydney.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Setelah menerima kabar paket mencurigakan tersebut, petugas tanggap darurat langsung melaju ke kantor-kantor diplomatik yang menerima paket itu.
Hingga kini, belum ada bukti yang menunjukkan paket-paket itu mengandung bahan peledak. Namun, polisi mengatakan pengujian forensik masih terus dilakukan.
Setelah paket ditemukan, Kementerian Luar Negeri mengirim peringatan ke seluruh kantor perwakilan diplomatik terkait paket mencurigakan yang dikirim melalui pos.
Tidak ada pola yang jelas terkait negara-negara yang menjadi target, yakni konsulat Amerika Serikat, China, Italia, India, Jepang dan Selandia Baru. (fey/ayp)