Bos Goldman Sachs Minta Maaf ke Malaysia Soal Skandal 1MDB

CNN Indonesia | Kamis, 17/01/2019 14:20 WIB
Bos Goldman Sachs Minta Maaf ke Malaysia Soal Skandal 1MDB Ilustrasi lambang Goldman Sachs. (REUTERS/Brendan McDermid)
Jakarta, CNN Indonesia -- Direktur Eksekutif (CEO) Goldman Sachs Group Inc., David Solomon meminta maaf kepada pemerintah Malaysia setelah dua mantan bankirnya, Tim Leissener dan Roger Ng, diduga terlibat skandal korupsi lembaga investasi 1 Malaysia Development Berhad (1MDB). Lembaganya diselidiki karena diduga menerima aliran dana dalam perkara rasuah sebesar ratusan miliar dolar itu.

"Sangat jelas bahwa rakyat Malaysia telah ditipu oleh banyak orang, termasuk pejabat tertinggi dalam pemerintahan sebelumnya," ucap Solomon dalam jumpa pers pada Rabu (16/1).

Goldman Sachs menjadi salah satu pihak yang diselidiki aparat penegak hukum Malaysia dan juga Kementerian Kehakiman Amerika Serikat terkait skandal 1MDB. Perusahaan itu diperiksa terkait penjualan tiga surat obligasi senilai lebih dari US$6,5 miliar.


Tahun lalu, jaksa AS juga mendakwa kedua mantan bankir Goldam Sachs itu atas dugaan pencucian uang. Leissner, mantan mitra Goldman Sachs di Asia, mengaku bersalah atas keterlibatannya dalam konspirasi pencucian uang itu. Meski begitu, Solomon mengatakan Leissner membantah menjadi perantara Goldman dan 1MDB.
Dikutip Reuters, seorang pengacara yang mewakili Leissner tidak bisa dimintai tanggapannya terkait hal ini.

Sementara itu, Roger Ng, yang juga mantan bankir Goldman Sachs, ditangkap di Malaysia atas permintaan pihak berwenang AS beberapa waktu lalu. Menurut juru bicara jaksa AS, John Marzulli, Ng kemungkinan akan diekstradisi ke Negeri Paman Sam.

Kementerian Kehakiman AS mengatakan dana 1MDB sebesar US$4,5 miliar disalahgunakan oleh pejabat tingkat tinggi dan rekan-rekan mereka antara 2009-2014.

Meski meminta maaf, Solomon menegaskan perusahaannya telah melakukan uji kelayakan pada setiap transaksi asing. Dia mengatakan banknya mencari dan menerima jaminan tertulis dari 1MDB dan perusahaan lainnya yang terlibat, yang menyatakan tidak ada pihak ketiga yang terlibat dalam penjualan obligasi tersebut.

Saat penawaran final, pemerintah Malaysia bersama pihak 1MDB juga menegaskan tidak ada perantara yang terlibat dalam transaksi penjualan obligasi itu.
"Semua representasi kepada Goldman Sachs terbukti salah," kata Solomon.

Lebih lanjut, Solomon tidak mengungkapkan informasi lebih lanjut yang dapat menjelaskan keterlibatan perusahaan dengan 1MDB. Dia menganggap pihak berwenang bersifat "de minimis" atau tidak memikirkan hal kecil, seperti dampak kasus ini terhadap para kliennya.

Solomon melaporkan saham banknya pada kuartal keempat tahun lalu turun lebih dari 25 persen dalam tiga bulan terakhir. Penurunan saham ini terjadi tak lama setelah berita keterlibatan Goldman Sachs dalam skandal 1MDB muncul di media. (rds/ayp)