Pintu Pesawat Membeku, Penumpang Terdampar 16 Jam di Bandara

CNN Indonesia | Senin, 21/01/2019 10:16 WIB
Pintu Pesawat Membeku, Penumpang Terdampar 16 Jam di Bandara Ilustrasi. (Rick Kern/Getty Images for United Airlines/AFP)
Jakarta, CNN Indonesia -- Penumpang maskapai United Airlines terdampar di landasan salah satu bandara di Kanada selama 16 jam karena pintu pesawat mereka membeku dan tidak dapat dibuka.

Lembaga penyiaran Kanada, CBC, melaporkan bahwa insiden ini bermula ketika Penerbangan United Flight 179 itu lepas landas dari Newark, New Jersey, menuju Hong Kong dengan membawa 250 penumpang pada Sabtu (19/1) malam.

Ketika salah seorang penumpang mengalami masalah medis, pesawat itu melakukan pendaratan darurat di bandara Goose Bay, Kanada.
Namun, setelah paramedis membawanya ke rumah sakit, pesawat tidak dapat lepas landas karena suhu yang sangat dingin hingga -30 derajat Celcius menyebabkan pintu pesawat membeku.


Karena tidak ada petugas bandara bertugas di malam hari, para penumpang harus tetap berada di dalam pesawat. Kebanyakan penumpang menggigil karena hanya dapat berlindung di balik selimut tipis yang dibagikan oleh pramugari sementara pemanas pesawat juga tak berfungsi baik.

Sebagaimana dikutip AFP, setelah kekurangan pangan dan air selama kurang lebih 10 jam, para petugas akhirnya tiba untuk mengirimkan pasokan makanan cepat saji Tim Hortons.
Salah satu penumpang yang dihubungi melalui telepon, Sonjay Dutt, mengatakan bahwa pesawat itu kurang panas dan kedatangan makanan juga kopi tidak cukup untuk menenangkan para penumpang yang semakin marah.

Pesawat bantuan tiba di Goose Bay baru tiba pada Minggu (20/1) malam. Setelah penumpang dipindahkan ke pesawat menggunakan bus, mereka berangkat pada sore hari untuk melanjutkan perjalanan ke Newark.

Sebagian besar wilayah Kanada timur dan bagian timur laut Amerika Serikat sedang diterjang cuaca dingin ekstrem dan hujan salju lebat menyebabkan sejumlah penerbangan dibatalkan. (syf/has)