Seorang Wartawan Kembali Terbunuh di Meksiko

CNN Indonesia | Selasa, 22/01/2019 01:39 WIB
Seorang Wartawan Kembali Terbunuh di Meksiko Ilustrasi pembunuhan. (Istockphoto/Sestovic)
Jakarta, CNN Indonesia -- Wartawan Meksiko, Rafael Murua (34) ditemukan terbunuh setelah sempat menghilang selama akhir pekan lalu. Murua yang merupakan Direktur Stasiun Komunitas Radio itu sebelumnya sempat melaporkan telah mendapatkan ancaman akan dibunuh.

Gubernur negara bagian Baja California Sur, Carlos Mendoza mengaku insiden tersebut merupakan pembunuhan pertama di tahun 2019 di negara yang dikenal menjadi menjadi salah satu tempat paling berbahaya bagi insan pers.

"Saya mengutuk pembunuhan jurnalis Rafael Murua Manriquez. Solidaritas saya kepada keluarganya dan semua jurnalis di Baja California Sur," kata Mendoza seperti dilaporkan AFP, Senin (21/1).


Sementara itu, Direktur Pengawas 'Reporters Without Borders' Balbina Flores mengaku Murua, berada di bawah program perlindungan pemerintah Meksiko untuk jurnalis dan aktivis hak asasi manusia.


Meksiko adalah salah satu negara yang paling berbahaya bagi profesi wartawan.  Sudah lebih dari 100 wartawan terbunuh di Meksiko sejak awal dekade 2000-an. Sebanyak 90 persen kasusnya belum juga selesai. Sepanjang tahun 2018, ada enam wartawan yang tewas terbunuh.

Mereka adalah Carlos Dominguez (72), seorang wartawan surat kabar dan juga kolumnis politik. Dia tewas akibat serangan saat sedang berkendara bersama anak, menantu, dan dua cucunya di negara bagian Tamaulipas, 13 Januari 2018.

Kolom yang terakhir ia tulis berisikan kutukan terhadap aksi razia berujung kekerasan jelang pilpres hari ini.

Kemudian, Pamela Montenegro (36) yang tewas akibat tembakan seorang pria saat sedang berada di restoran miliknya di negara bagian Guerrero, 5 Februari 2018. 

Pamela bukanlah wartawan profesional, namun ia dikenal sebagai seorang vlogger dengan karakter satire, Nana Pelucas.


Lalu, Leobardo Vazquez (42) yang tewas dibunuh di luar rumahnya di negara bagian Veracruz, 21 Maret 2018. Sesaat sebelum dibunuh, Leobardo baru saja mengundurkan diri dari surat kabar tempatnya bekerja. Selanjutnya, dia berencana untuk mengelola halaman berita regional di unit usaha Facebook.

Keempat adalah Juan Carlos Huerta (45), seorang wartawan radio dan televisi yang tewas ditembak pada 15 Mei 2018 sesaat setelah meninggalkan rumahnya di negara bagian Tabasco.

Kelima adalah Hector Gonzalez (40), seorang koresponden untuk televisi dan stasiun radio lokal. Dia ditemukan tewas dengan penuh luka pukulan di sebuah jalanan tanah. Sepanjang kariernya, Hector bekerja di bidang peliputan politik dan isu umum.

Teranyar sebelum Muruna, adalah Jose Guadalupe yang bekerja untuk minguan Playa News. Salah satu rekannya di Playa News mengatakan Jose Guadalepe sempat bercerita kepadanya telah mendapatkan ancaman peringatan. Usai mendengar ancaman itu, Jose Guadalupe meminta perlindungan kepada pihak keamanan namun tak mendapatkan respons.

Quintana Roo negara bagian yang menjadi tempat Jose Guadalupe dibunuh itu sebelumnya dikenal sebagai salah satu negara bagian paling aman di Meksiko. Negara bagian tersebut selalu menjadi tujuan pariwisata, dan terdapat pula banyak resor yang menghadap ke perairan Karibia. 


(dal/DAL)